Yesus kembali ke seberang Sungai Yordan,
di tempat Yohanes dahulu membaptis,
lalu tinggal di sana.
Banyak orang datang kepada-Nya.
Mereka berkata, "Yohanes tidak melakukan keajaiban-keajaiban,
tetapi semua yang dikatakannya tentang orang ini benar."
Lalu banyak orang di sana percaya kepada Yesus.
Everything in my Mind.. Everything in my Heart.. Everything in my Soul.. Everything in my Live's.. Everything in my World ~Do & Be The Best~ Don't Worry, Be Happy! (• ˆ⌣ˆ •)
13 Desember, 2012
Yesus ditolak oleh orang Yahudi
Di Yerusalem orang-orang sedang merayakan
Hari Raya Peresmian Rumah Tuhan. Pada waktu itu musim dingin.
Yesus sedang berjalan di Serambi Salomo di dalam Rumah Tuhan,
ketika orang-orang Yahudi datang
berkumpul di sekeliling Yesus.
Mereka berkata, "Sampai kapan Engkau mau membiarkan kami ragu-ragu?
Katakanlah terus terang, kalau Engkau sungguh-sungguh Raja Penyelamat."
Yesus menjawab, "Sudah Kukatakan kepadamu,
tetapi kalian tidak percaya.
Pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan atas nama Bapa-Ku,
memberi bukti tentang Aku.
Kalian tidak percaya sebab kalian tidak tergolong domba-domba-Ku.
Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku.
Aku kenal mereka, dan mereka mengikuti Aku.
Aku memberi mereka hidup sejati dan kekal,
dan untuk selamanya mereka tak akan binasa.
Tak seorang pun dapat merampas mereka dari tangan-Ku.
Bapa-Ku, yang sudah memberikan mereka kepada-Ku,
melebihi segalanya. Dan tidak seorang pun
dapat merampas mereka dari tangan Bapa.
Aku dan Bapa adalah satu."
Lalu orang-orang Yahudi mengambil lagi batu untuk melempari Yesus.
Tetapi Yesus berkata kepada mereka,
"Kalian sudah melihat Aku melakukan banyak pekerjaan baik,
yang ditugaskan Bapa kepada-Ku.
Dari semua pekerjaan itu,
manakah yang menyebabkan kalian mau melempari Aku?"
Orang-orang Yahudi itu menjawab,
"Bukan karena pekerjaan-pekerjaan-Mu yang baik itu
kami mau melempari Engkau dengan batu,
tetapi karena Engkau menghujat Allah.
Engkau seorang manusia, mau menjadikan diri-Mu Allah."
Lalu Yesus menjawab, "Bukankah di dalam Buku Hukummu tertulis:
Allah berkata, 'Kalian adalah ilah'?
Kita tahu bahwa apa yang tertulis dalam Alkitab
berlaku untuk selamanya. Jadi,
kalau Allah memberi sebutan 'ilah'
kepada orang-orang yang menerima perkataan-Nya,
mengapa kalian mengatakan Aku menghujat Allah
karena berkata Aku Anak Allah?
Padahal Aku dipilih oleh Bapa dan diutus ke dunia.
Kalau Aku tidak melakukan pekerjaan yang ditugaskan Bapa,
jangan percaya kepada-Ku.
Tetapi karena Aku melakukannya,
percayalah akan apa yang Kulakukan itu,
meskipun kalian tidak mau percaya kepada-Ku.
Dengan demikian kalian tahu dan mengerti
bahwa Bapa tetap bersatu dengan Aku,
dan Aku tetap bersatu dengan Bapa."
Mereka berusaha lagi menangkap Yesus,
tetapi Ia lolos dari mereka.
Hari Raya Peresmian Rumah Tuhan. Pada waktu itu musim dingin.
Yesus sedang berjalan di Serambi Salomo di dalam Rumah Tuhan,
ketika orang-orang Yahudi datang
berkumpul di sekeliling Yesus.
Mereka berkata, "Sampai kapan Engkau mau membiarkan kami ragu-ragu?
Katakanlah terus terang, kalau Engkau sungguh-sungguh Raja Penyelamat."
Yesus menjawab, "Sudah Kukatakan kepadamu,
tetapi kalian tidak percaya.
Pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan atas nama Bapa-Ku,
memberi bukti tentang Aku.
Kalian tidak percaya sebab kalian tidak tergolong domba-domba-Ku.
Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku.
Aku kenal mereka, dan mereka mengikuti Aku.
Aku memberi mereka hidup sejati dan kekal,
dan untuk selamanya mereka tak akan binasa.
Tak seorang pun dapat merampas mereka dari tangan-Ku.
Bapa-Ku, yang sudah memberikan mereka kepada-Ku,
melebihi segalanya. Dan tidak seorang pun
dapat merampas mereka dari tangan Bapa.
Aku dan Bapa adalah satu."
Lalu orang-orang Yahudi mengambil lagi batu untuk melempari Yesus.
Tetapi Yesus berkata kepada mereka,
"Kalian sudah melihat Aku melakukan banyak pekerjaan baik,
yang ditugaskan Bapa kepada-Ku.
Dari semua pekerjaan itu,
manakah yang menyebabkan kalian mau melempari Aku?"
Orang-orang Yahudi itu menjawab,
"Bukan karena pekerjaan-pekerjaan-Mu yang baik itu
kami mau melempari Engkau dengan batu,
tetapi karena Engkau menghujat Allah.
Engkau seorang manusia, mau menjadikan diri-Mu Allah."
Lalu Yesus menjawab, "Bukankah di dalam Buku Hukummu tertulis:
Allah berkata, 'Kalian adalah ilah'?
Kita tahu bahwa apa yang tertulis dalam Alkitab
berlaku untuk selamanya. Jadi,
kalau Allah memberi sebutan 'ilah'
kepada orang-orang yang menerima perkataan-Nya,
mengapa kalian mengatakan Aku menghujat Allah
karena berkata Aku Anak Allah?
Padahal Aku dipilih oleh Bapa dan diutus ke dunia.
Kalau Aku tidak melakukan pekerjaan yang ditugaskan Bapa,
jangan percaya kepada-Ku.
Tetapi karena Aku melakukannya,
percayalah akan apa yang Kulakukan itu,
meskipun kalian tidak mau percaya kepada-Ku.
Dengan demikian kalian tahu dan mengerti
bahwa Bapa tetap bersatu dengan Aku,
dan Aku tetap bersatu dengan Bapa."
Mereka berusaha lagi menangkap Yesus,
tetapi Ia lolos dari mereka.
Gembala yang baik
"Sungguh benar kata-Ku ini:
Orang yang masuk ke dalam kandang domba lewat pagar,
dan tidak melalui pintu, tetapi memanjat lewat jalan lain,
orang itu pencuri dan perampok.
Tetapi orang yang masuk melalui pintu,
dialah gembala domba.
Penjaga kandang membuka pintu untuk dia,
dan domba-domba mengikuti suaranya
pada waktu ia memanggil mereka dengan namanya masing-masing
dan menuntun mereka ke luar.
Setelah domba-domba itu dibawa ke luar,
gembala itu berjalan di depan,
dan domba-domba itu mengikuti dia sebab mereka mengenal suaranya.
Mereka tidak akan mau mengikuti orang lain,
malah akan lari dari orang itu, sebab tidak mengenal suaranya."
Yesus menceritakan perumpamaan itu,
tetapi mereka tidak mengerti apa yang dimaksudkan-Nya.
Maka Yesus berkata sekali lagi,
"Sungguh benar kata-Ku ini: Akulah pintu untuk domba.
Semua yang datang sebelum Aku adalah pencuri dan perampok,
tetapi domba-domba tidak mendengarkan suara mereka.
Akulah pintu. Siapa masuk melalui Aku akan selamat;
ia keluar masuk dan mendapat makanan.
Pencuri datang hanya untuk mencuri,
untuk membunuh dan untuk merusak.
Tetapi Aku datang supaya manusia mendapat hidup
hidup berlimpah-limpah.
Akulah gembala yang baik.
Gembala yang baik memberikan nyawanya untuk domba-dombanya.
Orang upahan yang bukan gembala
dan bukan juga pemilik domba-domba itu,
akan lari meninggalkan domba-domba
kalau ia melihat serigala datang.
Maka domba-domba itu akan diterkam
dan diceraiberaikan serigala.
Orang upahan itu lari, sebab ia bekerja untuk upah.
Ia tidak mempedulikan domba-domba itu.
Akulah gembala yang baik.
Sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa,
begitu juga Aku mengenal domba-domba-Ku
dan mereka pun mengenal Aku.
Aku menyerahkan nyawa-Ku untuk mereka.
Masih ada domba-domba lain yang juga milik-Ku,
tetapi tidak tergolong dalam kawanan domba ini.
Mereka juga harus Kubawa dan mereka akan mendengarkan suara-Ku.
Mereka semuanya akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala.
Bapa mengasihi Aku sebab Aku menyerahkan nyawa-Ku,
untuk menerimanya kembali.
Tidak seorang pun dapat mengambilnya daripada-Ku.
Aku menyerahkannya atas kemauan sendiri.
Aku berkuasa untuk menyerahkannya, dan berkuasa mengambilnya kembali.
Itulah tugas yang Aku terima dari Bapa-Ku."
Karena Yesus berkata begitu,
orang-orang Yahudi mulai bertengkar.
Banyak yang berkata, "Ia kemasukan setan! Ia gila!
Untuk apa kalian dengarkan Dia?"
Tetapi ada juga yang berkata,
"Orang yang kemasukan setan tidak berbicara begitu!
Dapatkah setan membuat orang buta bisa melihat?"
Orang yang masuk ke dalam kandang domba lewat pagar,
dan tidak melalui pintu, tetapi memanjat lewat jalan lain,
orang itu pencuri dan perampok.
Tetapi orang yang masuk melalui pintu,
dialah gembala domba.
Penjaga kandang membuka pintu untuk dia,
dan domba-domba mengikuti suaranya
pada waktu ia memanggil mereka dengan namanya masing-masing
dan menuntun mereka ke luar.
Setelah domba-domba itu dibawa ke luar,
gembala itu berjalan di depan,
dan domba-domba itu mengikuti dia sebab mereka mengenal suaranya.
Mereka tidak akan mau mengikuti orang lain,
malah akan lari dari orang itu, sebab tidak mengenal suaranya."
Yesus menceritakan perumpamaan itu,
tetapi mereka tidak mengerti apa yang dimaksudkan-Nya.
Maka Yesus berkata sekali lagi,
"Sungguh benar kata-Ku ini: Akulah pintu untuk domba.
Semua yang datang sebelum Aku adalah pencuri dan perampok,
tetapi domba-domba tidak mendengarkan suara mereka.
Akulah pintu. Siapa masuk melalui Aku akan selamat;
ia keluar masuk dan mendapat makanan.
Pencuri datang hanya untuk mencuri,
untuk membunuh dan untuk merusak.
Tetapi Aku datang supaya manusia mendapat hidup
hidup berlimpah-limpah.
Akulah gembala yang baik.
Gembala yang baik memberikan nyawanya untuk domba-dombanya.
Orang upahan yang bukan gembala
dan bukan juga pemilik domba-domba itu,
akan lari meninggalkan domba-domba
kalau ia melihat serigala datang.
Maka domba-domba itu akan diterkam
dan diceraiberaikan serigala.
Orang upahan itu lari, sebab ia bekerja untuk upah.
Ia tidak mempedulikan domba-domba itu.
Akulah gembala yang baik.
Sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa,
begitu juga Aku mengenal domba-domba-Ku
dan mereka pun mengenal Aku.
Aku menyerahkan nyawa-Ku untuk mereka.
Masih ada domba-domba lain yang juga milik-Ku,
tetapi tidak tergolong dalam kawanan domba ini.
Mereka juga harus Kubawa dan mereka akan mendengarkan suara-Ku.
Mereka semuanya akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala.
Bapa mengasihi Aku sebab Aku menyerahkan nyawa-Ku,
untuk menerimanya kembali.
Tidak seorang pun dapat mengambilnya daripada-Ku.
Aku menyerahkannya atas kemauan sendiri.
Aku berkuasa untuk menyerahkannya, dan berkuasa mengambilnya kembali.
Itulah tugas yang Aku terima dari Bapa-Ku."
Karena Yesus berkata begitu,
orang-orang Yahudi mulai bertengkar.
Banyak yang berkata, "Ia kemasukan setan! Ia gila!
Untuk apa kalian dengarkan Dia?"
Tetapi ada juga yang berkata,
"Orang yang kemasukan setan tidak berbicara begitu!
Dapatkah setan membuat orang buta bisa melihat?"
12 Desember, 2012
Orang yang buta sejak lahirnya
Waktu Yesus berjalan,
Ia melihat orang yang buta sejak lahir.
Pengikut-pengikut Yesus bertanya kepada Yesus,
"Bapak Guru, mengapa orang ini dilahirkan buta?
Apakah karena ia sendiri berdosa atau karena ibu bapaknya berdosa?"
Yesus menjawab,
"Dia buta bukan karena dosanya sendiri atau dosa orang tuanya,
tetapi supaya orang bisa melihat kuasa Allah bekerja dalam dirinya.
Selama masih siang,
kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku.
Malam akan tiba, dan seorang pun tak akan dapat bekerja.
Selama Aku di dunia ini, Akulah terang dunia."
Setelah berkata begitu Yesus meludah ke tanah,
dan mengaduk ludah-Nya itu dengan tanah.
Kemudian Ia mengoleskannya pada mata orang itu,
lalu berkata kepadanya,
"Pergilah bersihkan mukamu di Kolam Siloam."
(Siloam berarti 'Diutus'.)
Maka orang itu pergi membersihkan mukanya.
Waktu ia kembali, ia sudah dapat melihat.
Tetangga-tetangganya dan orang-orang
yang sebelumnya melihat dia mengemis,
semuanya berkata,
"Bukankah dia ini orang yang biasanya duduk minta-minta?"
Ada yang berkata, "Memang dia."
Tetapi ada pula yang berkata,
"Bukan, ia hanya mirip orang itu."
Tetapi orang itu sendiri berkata, "Sayalah dia."
"Bagaimana jadinya sampai engkau bisa melihat?" kata mereka kepadanya.
Ia menjawab, "Orang yang bernama Yesus itu
membuat sedikit lumpur,
lalu mengoleskannya pada mata saya dan berkata,
'Pergilah bersihkan mukamu di Kolam Siloam.'
Lalu saya pergi.
Dan ketika saya membersihkan muka saya, saya bisa melihat."
"Di mana orang itu?" tanya mereka.
Ia menjawab, "Tidak tahu."
Hari itu adalah hari Sabat
waktu Yesus mengaduk tanah dengan ludah-Nya
untuk membuat orang buta itu bisa melihat.
Maka orang yang tadinya buta itu
dibawa kepada orang-orang Farisi.
Mereka juga bertanya kepadanya bagaimana ia dapat melihat.
Ia menjawab, "Dia menaruh lumpur di mata saya,
lalu saya membersihkannya dan saya bisa melihat."
Beberapa di antara orang-orang Farisi itu berkata,
"Tak mungkin orang yang melakukan ini berasal dari Allah,
sebab Ia tidak mengindahkan hari Sabat."
Tetapi orang lain berkata,
"Mana mungkin orang yang berdosa melakukan
keajaiban-keajaiban seperti ini?"
Lalu timbullah pertentangan pendapat di antara mereka.
Maka orang-orang Farisi itu bertanya lagi kepada orang itu,
"Apa pendapatmu tentang Dia yang membuat engkau melihat?"
"Dia nabi," jawab orang itu.
Tetapi para pemimpin Yahudi itu
tidak mau percaya bahwa orang itu memang buta sebelumnya
dan sekarang dapat melihat.
Karena itu mereka memanggil orang tuanya,
dan bertanya,
"Benarkah ini anakmu yang katamu lahir buta?
Bagaimana ia bisa melihat sekarang?"
Ibu bapak orang itu menjawab,
"Memang ini anak kami; dan ia memang buta sejak lahir.
Tetapi bagaimana ia bisa melihat sekarang,
kami tidak tahu. Dan siapa yang membuat dia bisa melihat,
itu pun kami tidak tahu.
Tanya saja kepadanya, ia sudah dewasa;
ia dapat menjawab sendiri."
Ibu bapak orang itu berkata begitu
sebab mereka takut kepada para pemimpin Yahudi;
karena mereka itu sudah sepakat,
bahwa orang yang mengakui Yesus sebagai Raja Penyelamat,
tidak boleh lagi masuk rumah ibadat.
Itu sebabnya ibu bapak orang itu berkata,
Ia sudah dewasa; tanya saja kepadanya."
Lalu mereka memanggil lagi orang yang tadinya buta itu,
dan berkata kepadanya,
"Bersumpahlah bahwa engkau akan berkata yang benar.
Kami tahu orang itu orang berdosa."
"Apakah Dia berdosa atau tidak," jawab orang itu,
"saya tidak tahu. Tetapi satu hal saya tahu;
dahulu saya buta, sekarang saya melihat."
Lalu mereka berkata lagi kepadanya,
"Ia berbuat apa kepadamu? Bagaimana Ia membuat engkau melihat?"
Orang itu menjawab,
"Sudah saya ceritakan kepadamu,
tetapi kalian tidak mau mendengarkan.
Mengapa kalian mau mendengarnya lagi?
Barangkali kalian mau menjadi pengikut-pengikut-Nya juga?"
Lalu mereka memaki dia dan berkata,
"Engkaulah pengikut-Nya; kami bukan!
Kami pengikut Musa.
Kami tahu bahwa Allah sudah berbicara kepada Musa.
Tetapi tentang orang itu, kami tidak tahu dari mana asal-Nya."
Orang itu menjawab,
"Aneh sekali bahwa kalian tidak tahu dari mana asal-Nya,
sedangkan Ia sudah membuat saya bisa melihat.
Kita tahu bahwa Allah tidak mendengarkan orang berdosa,
melainkan orang yang menghormati Allah,
dan melakukan kehendak-Nya.
Sejak permulaan dunia belum pernah terdengar
ada orang membuat orang yang lahir buta bisa melihat.
Kalau orang itu bukan dari Allah,
Ia tak akan dapat berbuat apa-apa."
Jawab mereka, "Apa? Engkau yang penuh dosa sejak lahir,
engkau mau mengajar kami?"
Maka sejak itu ia dilarang masuk ke rumah ibadat.
Yesus mendengar bahwa
mereka sudah mengucilkan orang itu dari rumah ibadat.
Ia mencari orang itu lalu berkata kepadanya,
"Apakah engkau percaya kepada Anak Manusia?"
Orang itu menjawab, "Siapa Dia, Tuan?
Tolong beritahukan supaya saya percaya kepada-Nya."
"Engkau sudah melihat Dia," jawab Yesus.
"Dialah yang sekarang ini sedang berbicara dengan engkau."
"Saya percaya, Tuhan," kata orang itu,
lalu sujud di hadapan Yesus.
Yesus berkata, "Aku datang ke dunia ini untuk menghakimi;
supaya orang yang buta dapat melihat,
dan orang yang dapat melihat, menjadi buta."
Beberapa orang Farisi yang ada di situ mendengar Yesus berkata begitu,
lalu mereka bertanya kepada-Nya, "Maksud-Mu kami ini buta juga?"
Yesus menjawab, "Sekiranya kalian buta,
kalian tidak berdosa.
Tetapi sebab kalian berkata, 'Kami melihat,'
itu berarti kalian masih berdosa."
Ia melihat orang yang buta sejak lahir.
Pengikut-pengikut Yesus bertanya kepada Yesus,
"Bapak Guru, mengapa orang ini dilahirkan buta?
Apakah karena ia sendiri berdosa atau karena ibu bapaknya berdosa?"
Yesus menjawab,
"Dia buta bukan karena dosanya sendiri atau dosa orang tuanya,
tetapi supaya orang bisa melihat kuasa Allah bekerja dalam dirinya.
Selama masih siang,
kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku.
Malam akan tiba, dan seorang pun tak akan dapat bekerja.
Selama Aku di dunia ini, Akulah terang dunia."
Setelah berkata begitu Yesus meludah ke tanah,
dan mengaduk ludah-Nya itu dengan tanah.
Kemudian Ia mengoleskannya pada mata orang itu,
lalu berkata kepadanya,
"Pergilah bersihkan mukamu di Kolam Siloam."
(Siloam berarti 'Diutus'.)
Maka orang itu pergi membersihkan mukanya.
Waktu ia kembali, ia sudah dapat melihat.
Tetangga-tetangganya dan orang-orang
yang sebelumnya melihat dia mengemis,
semuanya berkata,
"Bukankah dia ini orang yang biasanya duduk minta-minta?"
Ada yang berkata, "Memang dia."
Tetapi ada pula yang berkata,
"Bukan, ia hanya mirip orang itu."
Tetapi orang itu sendiri berkata, "Sayalah dia."
"Bagaimana jadinya sampai engkau bisa melihat?" kata mereka kepadanya.
Ia menjawab, "Orang yang bernama Yesus itu
membuat sedikit lumpur,
lalu mengoleskannya pada mata saya dan berkata,
'Pergilah bersihkan mukamu di Kolam Siloam.'
Lalu saya pergi.
Dan ketika saya membersihkan muka saya, saya bisa melihat."
"Di mana orang itu?" tanya mereka.
Ia menjawab, "Tidak tahu."
Hari itu adalah hari Sabat
waktu Yesus mengaduk tanah dengan ludah-Nya
untuk membuat orang buta itu bisa melihat.
Maka orang yang tadinya buta itu
dibawa kepada orang-orang Farisi.
Mereka juga bertanya kepadanya bagaimana ia dapat melihat.
Ia menjawab, "Dia menaruh lumpur di mata saya,
lalu saya membersihkannya dan saya bisa melihat."
Beberapa di antara orang-orang Farisi itu berkata,
"Tak mungkin orang yang melakukan ini berasal dari Allah,
sebab Ia tidak mengindahkan hari Sabat."
Tetapi orang lain berkata,
"Mana mungkin orang yang berdosa melakukan
keajaiban-keajaiban seperti ini?"
Lalu timbullah pertentangan pendapat di antara mereka.
Maka orang-orang Farisi itu bertanya lagi kepada orang itu,
"Apa pendapatmu tentang Dia yang membuat engkau melihat?"
"Dia nabi," jawab orang itu.
Tetapi para pemimpin Yahudi itu
tidak mau percaya bahwa orang itu memang buta sebelumnya
dan sekarang dapat melihat.
Karena itu mereka memanggil orang tuanya,
dan bertanya,
"Benarkah ini anakmu yang katamu lahir buta?
Bagaimana ia bisa melihat sekarang?"
Ibu bapak orang itu menjawab,
"Memang ini anak kami; dan ia memang buta sejak lahir.
Tetapi bagaimana ia bisa melihat sekarang,
kami tidak tahu. Dan siapa yang membuat dia bisa melihat,
itu pun kami tidak tahu.
Tanya saja kepadanya, ia sudah dewasa;
ia dapat menjawab sendiri."
Ibu bapak orang itu berkata begitu
sebab mereka takut kepada para pemimpin Yahudi;
karena mereka itu sudah sepakat,
bahwa orang yang mengakui Yesus sebagai Raja Penyelamat,
tidak boleh lagi masuk rumah ibadat.
Itu sebabnya ibu bapak orang itu berkata,
Ia sudah dewasa; tanya saja kepadanya."
Lalu mereka memanggil lagi orang yang tadinya buta itu,
dan berkata kepadanya,
"Bersumpahlah bahwa engkau akan berkata yang benar.
Kami tahu orang itu orang berdosa."
"Apakah Dia berdosa atau tidak," jawab orang itu,
"saya tidak tahu. Tetapi satu hal saya tahu;
dahulu saya buta, sekarang saya melihat."
Lalu mereka berkata lagi kepadanya,
"Ia berbuat apa kepadamu? Bagaimana Ia membuat engkau melihat?"
Orang itu menjawab,
"Sudah saya ceritakan kepadamu,
tetapi kalian tidak mau mendengarkan.
Mengapa kalian mau mendengarnya lagi?
Barangkali kalian mau menjadi pengikut-pengikut-Nya juga?"
Lalu mereka memaki dia dan berkata,
"Engkaulah pengikut-Nya; kami bukan!
Kami pengikut Musa.
Kami tahu bahwa Allah sudah berbicara kepada Musa.
Tetapi tentang orang itu, kami tidak tahu dari mana asal-Nya."
Orang itu menjawab,
"Aneh sekali bahwa kalian tidak tahu dari mana asal-Nya,
sedangkan Ia sudah membuat saya bisa melihat.
Kita tahu bahwa Allah tidak mendengarkan orang berdosa,
melainkan orang yang menghormati Allah,
dan melakukan kehendak-Nya.
Sejak permulaan dunia belum pernah terdengar
ada orang membuat orang yang lahir buta bisa melihat.
Kalau orang itu bukan dari Allah,
Ia tak akan dapat berbuat apa-apa."
Jawab mereka, "Apa? Engkau yang penuh dosa sejak lahir,
engkau mau mengajar kami?"
Maka sejak itu ia dilarang masuk ke rumah ibadat.
Yesus mendengar bahwa
mereka sudah mengucilkan orang itu dari rumah ibadat.
Ia mencari orang itu lalu berkata kepadanya,
"Apakah engkau percaya kepada Anak Manusia?"
Orang itu menjawab, "Siapa Dia, Tuan?
Tolong beritahukan supaya saya percaya kepada-Nya."
"Engkau sudah melihat Dia," jawab Yesus.
"Dialah yang sekarang ini sedang berbicara dengan engkau."
"Saya percaya, Tuhan," kata orang itu,
lalu sujud di hadapan Yesus.
Yesus berkata, "Aku datang ke dunia ini untuk menghakimi;
supaya orang yang buta dapat melihat,
dan orang yang dapat melihat, menjadi buta."
Beberapa orang Farisi yang ada di situ mendengar Yesus berkata begitu,
lalu mereka bertanya kepada-Nya, "Maksud-Mu kami ini buta juga?"
Yesus menjawab, "Sekiranya kalian buta,
kalian tidak berdosa.
Tetapi sebab kalian berkata, 'Kami melihat,'
itu berarti kalian masih berdosa."
11 Desember, 2012
Yesus sudah ada sebelum Abraham
Orang-orang Yahudi itu menjawab Yesus,
"Bukankah benar kata kami
bahwa Engkau orang Samaria yang kemasukan setan?"
Yesus menjawab, "Aku tidak kemasukan setan.
Aku menghormati Bapa-Ku, tetapi kalian menghina Aku.
Aku tidak mencari kehormatan untuk diri sendiri.
Ada satu yang mengusahakan kehormatan untuk-Ku,
dan Dialah yang menghakimi.
Sungguh benar kata-Ku ini, orang yang menurut perkataan-Ku,
selama-lamanya tidak akan mati."
Lalu orang-orang Yahudi itu berkata kepada Yesus,
"Sekarang kami tahu Engkau ini betul-betul kemasukan setan!
Abraham sendiri sudah mati, begitu juga semua nabi.
Tetapi Engkau berkata, 'Orang yang menurut perkataan-Ku,
selama-lamanya tidak akan mati.'
Kalau Abraham sendiri sudah mati,
dan nabi-nabi semuanya juga sudah mati,
Engkau ini siapa?
Masakan Engkau lebih besar dari bapak kami Abraham!"
Yesus menjawab,
"Sekiranya Aku mencari kehormatan untuk diri-Ku sendiri,
kehormatan itu tak ada artinya.
Yang menghormati Aku adalah Bapa-Ku
yang kalian anggap Allah kalian,
padahal kalian tidak mengenal Dia.
Tetapi Aku mengenal-Nya.
Sekiranya Aku berkata bahwa Aku tidak mengenal Dia,
maka Aku seorang pendusta,
sama seperti kalian.
Aku mengenal Dia, dan mentaati perkataan-Nya.
Bapakmu Abraham senang sekali
bahwa ia akan melihat hari-Ku.
Ia sudah melihatnya dan ia senang!"
Lalu orang-orang Yahudi berkata kepada Yesus,
"Umur-Mu belum ada lima puluh tahun,
dan Engkau sudah melihat Abraham?"
Yesus menjawab, "Sungguh Aku berkata kepadamu:
sebelum Abraham lahir, Aku sudah ada."
Lalu orang-orang Yahudi itu mengambil batu untuk melempari-Nya;
tetapi Yesus menyembunyikan diri,
lalu pergi meninggalkan Rumah Tuhan.
"Bukankah benar kata kami
bahwa Engkau orang Samaria yang kemasukan setan?"
Yesus menjawab, "Aku tidak kemasukan setan.
Aku menghormati Bapa-Ku, tetapi kalian menghina Aku.
Aku tidak mencari kehormatan untuk diri sendiri.
Ada satu yang mengusahakan kehormatan untuk-Ku,
dan Dialah yang menghakimi.
Sungguh benar kata-Ku ini, orang yang menurut perkataan-Ku,
selama-lamanya tidak akan mati."
Lalu orang-orang Yahudi itu berkata kepada Yesus,
"Sekarang kami tahu Engkau ini betul-betul kemasukan setan!
Abraham sendiri sudah mati, begitu juga semua nabi.
Tetapi Engkau berkata, 'Orang yang menurut perkataan-Ku,
selama-lamanya tidak akan mati.'
Kalau Abraham sendiri sudah mati,
dan nabi-nabi semuanya juga sudah mati,
Engkau ini siapa?
Masakan Engkau lebih besar dari bapak kami Abraham!"
Yesus menjawab,
"Sekiranya Aku mencari kehormatan untuk diri-Ku sendiri,
kehormatan itu tak ada artinya.
Yang menghormati Aku adalah Bapa-Ku
yang kalian anggap Allah kalian,
padahal kalian tidak mengenal Dia.
Tetapi Aku mengenal-Nya.
Sekiranya Aku berkata bahwa Aku tidak mengenal Dia,
maka Aku seorang pendusta,
sama seperti kalian.
Aku mengenal Dia, dan mentaati perkataan-Nya.
Bapakmu Abraham senang sekali
bahwa ia akan melihat hari-Ku.
Ia sudah melihatnya dan ia senang!"
Lalu orang-orang Yahudi berkata kepada Yesus,
"Umur-Mu belum ada lima puluh tahun,
dan Engkau sudah melihat Abraham?"
Yesus menjawab, "Sungguh Aku berkata kepadamu:
sebelum Abraham lahir, Aku sudah ada."
Lalu orang-orang Yahudi itu mengambil batu untuk melempari-Nya;
tetapi Yesus menyembunyikan diri,
lalu pergi meninggalkan Rumah Tuhan.
Keturunan Abraham yang tidak berasal dari Allah
Memang Aku tahu kalian ini keturunan Abraham.
Namun kalian mau membunuh Aku,
karena kalian tidak mau menerima pengajaran-Ku.
Apa yang Kulihat pada Bapa-Ku, itulah yang Kukatakan.
Sedangkan kalian melakukan
apa yang diajarkan bapakmu kepadamu."
Mereka menjawab, "Bapak kami ialah Abraham."
"Sekiranya kalian betul-betul anak Abraham," kata Yesus,
"pastilah kalian melakukan apa yang dilakukan oleh Abraham.
Aku menyampaikan kepadamu kebenaran yang Kudengar dari Allah,
tetapi kalian mau membunuh Aku.
Abraham tidak berbuat seperti itu!
Kalian melakukan apa yang dilakukan oleh bapakmu sendiri."
Jawab mereka, "Kami bukan anak-anak haram.
Bapa kami hanya satu, yaitu Allah sendiri."
Lalu Yesus berkata kepada mereka,
"Sekiranya Allah itu Bapamu, kalian akan mengasihi Aku,
sebab Aku datang dari Allah.
Aku tidak datang dengan kemauan sendiri,
tetapi Dialah yang mengutus Aku.
Apa sebabnya kalian tidak mengerti apa yang Kukatakan?
Sebab kalian tidak tahan mendengar ajaran-Ku.
Iblislah bapakmu, dan kalian mau menuruti kemauan bapakmu.
Sedari permulaan Iblis itu pembunuh.
Ia tidak pernah memihak kebenaran,
sebab tidak ada kebenaran padanya.
Kalau ia berdusta, itu wajar, karena sudah begitu sifatnya.
Ia pendusta dan asal segala dusta.
Tetapi Aku mengatakan kebenaran,
dan karena itulah kalian tidak percaya kepada-Ku.
Siapa di antara kalian
dapat membuktikan bahwa ada dosa pada-Ku?
Kalau Aku mengatakan kebenaran,
mengapa kalian tidak percaya kepada-Ku?
Orang yang berasal dari Allah, mendengar perkataan Allah.
Tetapi kalian bukan dari Allah,
itulah sebabnya kalian tidak mau mendengar."
Namun kalian mau membunuh Aku,
karena kalian tidak mau menerima pengajaran-Ku.
Apa yang Kulihat pada Bapa-Ku, itulah yang Kukatakan.
Sedangkan kalian melakukan
apa yang diajarkan bapakmu kepadamu."
Mereka menjawab, "Bapak kami ialah Abraham."
"Sekiranya kalian betul-betul anak Abraham," kata Yesus,
"pastilah kalian melakukan apa yang dilakukan oleh Abraham.
Aku menyampaikan kepadamu kebenaran yang Kudengar dari Allah,
tetapi kalian mau membunuh Aku.
Abraham tidak berbuat seperti itu!
Kalian melakukan apa yang dilakukan oleh bapakmu sendiri."
Jawab mereka, "Kami bukan anak-anak haram.
Bapa kami hanya satu, yaitu Allah sendiri."
Lalu Yesus berkata kepada mereka,
"Sekiranya Allah itu Bapamu, kalian akan mengasihi Aku,
sebab Aku datang dari Allah.
Aku tidak datang dengan kemauan sendiri,
tetapi Dialah yang mengutus Aku.
Apa sebabnya kalian tidak mengerti apa yang Kukatakan?
Sebab kalian tidak tahan mendengar ajaran-Ku.
Iblislah bapakmu, dan kalian mau menuruti kemauan bapakmu.
Sedari permulaan Iblis itu pembunuh.
Ia tidak pernah memihak kebenaran,
sebab tidak ada kebenaran padanya.
Kalau ia berdusta, itu wajar, karena sudah begitu sifatnya.
Ia pendusta dan asal segala dusta.
Tetapi Aku mengatakan kebenaran,
dan karena itulah kalian tidak percaya kepada-Ku.
Siapa di antara kalian
dapat membuktikan bahwa ada dosa pada-Ku?
Kalau Aku mengatakan kebenaran,
mengapa kalian tidak percaya kepada-Ku?
Orang yang berasal dari Allah, mendengar perkataan Allah.
Tetapi kalian bukan dari Allah,
itulah sebabnya kalian tidak mau mendengar."
Kebenaran yang memerdekakan
Sesudah Yesus mengatakan semuanya itu,
banyak orang percaya kepada-Nya.
Kemudian Yesus berkata kepada orang-orang Yahudi
yang sudah percaya kepada-Nya,
"Kalau kalian hidup menurut ajaran-Ku
kalian sungguh-sungguh pengikut-Ku,
maka kalian akan mengenal Allah yang benar,
dan oleh karena itu kalian akan dibebaskan."
"Kami ini keturunan Abraham," kata mereka.
"Belum pernah kami menjadi hamba siapa pun!
Apa maksud-Mu dengan berkata, 'Kalian akan dibebaskan'?"
"Sungguh benar kata-Ku ini," kata Yesus kepada mereka.
"Orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa.
Dan seorang hamba
tidak mempunyai tempat yang tetap di dalam keluarga,
sedangkan anak untuk selama-lamanya
mempunyai tempat dalam keluarga.
Karena itulah, kalau Anak membebaskan kalian,
kalian sungguh-sungguh bebas.
banyak orang percaya kepada-Nya.
Kemudian Yesus berkata kepada orang-orang Yahudi
yang sudah percaya kepada-Nya,
"Kalau kalian hidup menurut ajaran-Ku
kalian sungguh-sungguh pengikut-Ku,
maka kalian akan mengenal Allah yang benar,
dan oleh karena itu kalian akan dibebaskan."
"Kami ini keturunan Abraham," kata mereka.
"Belum pernah kami menjadi hamba siapa pun!
Apa maksud-Mu dengan berkata, 'Kalian akan dibebaskan'?"
"Sungguh benar kata-Ku ini," kata Yesus kepada mereka.
"Orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa.
Dan seorang hamba
tidak mempunyai tempat yang tetap di dalam keluarga,
sedangkan anak untuk selama-lamanya
mempunyai tempat dalam keluarga.
Karena itulah, kalau Anak membebaskan kalian,
kalian sungguh-sungguh bebas.
Langganan:
Postingan (Atom)