29 April, 2013

Beneath You're Beautiful

You tell all the boys "No"
Makes you feel good,
I know you're out of my league
But that won't scare me away, no

You've carried on so long,
You couldn't stop if you tried it.
You've built your wall so high
That no one could climb it,
But I'm gonna try.

Would you let me see beneath your beautiful?
Would you let me see beneath your perfect?
Take it off now, girl, take it off now, girl
I wanna see inside
Would you let me see beneath your beautiful tonight?

You let all the girls go
Makes you feel good, don't it?
Behind your Broadway show
I heard a boy say, "Please, don't hurt me"


See beneath
I...
Tonight
I...

I'm gonna climb on top your ivory tower
I'll hold your hand and then we'll jump right out
We'll be falling, falling but that's OK
'Cause I'll be right here
I just wanna know

Would you let me see beneath your beautiful?
Would you let me see beneath your perfect?
Take it off now, girl, take it off now, girl
(take it off now, boy,take it off now, boy)
'Cause I wanna see inside
Would you let me see beneath your beautiful tonight?
See beneath your beautiful, oh, tonight.
We ain't perfect, we ain't perfect, no.
Would you let me see beneath your beautiful tonight?

27 April, 2013

Perumpamaan tentang penggarap-penggarap kebun anggur

"Dengarkan perumpamaan yang satu ini lagi," kata Yesus.
"Seorang tuan tanah menanami sebidang kebun anggur.
Ia memasang pagar di sekelilingnya,
dan menggali lubang untuk alat pemeras anggur,
kemudian mendirikan menara jaga.
Sesudah itu ia menyewakan kebun anggur itu kepada penggarap-penggarap,
lalu berangkat ke negeri lain.

Ketika sudah sampai musim petik buah anggur,
tuan tanah itu mengirim pelayan-pelayannya
kepada penggarap-penggarap kebun itu untuk menerima bagiannya.
Tetapi penggarap-penggarap kebun itu menangkap pelayan-pelayan tuan tanah itu:
Yang seorang dipukul, yang lain dibunuh, dan yang lain lagi dilempari batu.

Tuan tanah itu mengirim lagi pelayan-pelayan lain,
lebih banyak dari yang pertama kalinya.
Tetapi mereka diperlakukan dengan cara yang sama.
Akhirnya tuan tanah itu mengirim kepada mereka anaknya sendiri.
'Pasti anak saya akan dihormati,' pikirnya.

Tetapi ketika penggarap-penggarap kebun itu melihat anak tuan tanah itu,
mereka berkata satu sama lain,
'Nah, ini dia, ahli warisnya.
Mari kita bunuh dia, supaya kita mendapat warisannya!'
Maka anak itu ditangkap, dibuang ke luar, lalu dibunuh."

Yesus bertanya, "Nah, kalau pemilik kebun anggur itu kembali,
ia akan berbuat apa terhadap penggarap-penggarap itu?"
Mereka menjawab, "Pasti ia akan membunuh orang-orang jahat itu,
lalu menyewakan kebun anggur itu kepada orang lain
yang mau memberi bagian hasil tanah itu kepadanya pada waktunya."

Maka Yesus berkata kepada mereka,
"Belum pernahkah kalian membaca yang tertulis dalam Alkitab?
'Batu yang tidak terpakai oleh tukang bangunan
sudah menjadi batu yang terutama.
Inilah perbuatan Tuhan; alangkah indahnya!'"

"Jadi ingatlah," kata Yesus,
"semua hak sebagai umat Allah akan dicabut daripadamu
dan diberikan kepada suatu bangsa
yang akan menjalankan perintah-perintah Allah.
(Orang yang jatuh pada batu itu, akan hancur;
dan orang yang ditimpa batu itu, akan tergilas menjadi debu.)"

Pada waktu imam-imam kepala dan orang-orang Farisi
mendengar perumpamaan-perumpamaan Yesus itu,
mereka tahu bahwa Yesus berbicara tentang mereka.
Jadi mereka berusaha menangkap Dia.
Tetapi mereka takut kepada orang banyak,
sebab orang banyak itu menganggap Yesus seorang nabi.

Perumpamaan tentang dua orang anak

"Sekarang bagaimana pendapatmu tentang hal ini?" kata Yesus selanjutnya.
"Adalah seorang ayah yang mempunyai dua anak laki-laki*.
Orang itu pergi kepada anaknya yang sulung dan berkata,
'Nak, pergilah bekerja di kebun anggur hari ini.'*,
ia datang kepada anaknya yang pertama dan berkata,
'Nak, pergilah bekerja di kebun anggur hari ini.'*

*'Saya tidak mau,' jawab anak itu.
Tetapi kemudian ia berubah pikiran dan pergi ke kebun anggur itu.
*Anak itu menjawab, 'Baik, Ayah!' Tetapi ia tidak pergi.*

*Kemudian ayah itu pergi kepada anaknya yang kedua,
dan mengatakan hal yang sama.
'Baiklah, Ayah,' jawab anak yang kedua itu. Tetapi ia tidak pergi.

*Lalu ayah itu datang kepada anaknya yang kedua dan mengatakan hal yang sama.
Anak itu menjawab, 'Saya tidak mau,' tetapi kemudian berubah pikiran lalu pergi juga.*

*Nah, dari antara kedua anak itu, manakah yang melakukan kehendak ayahnya?"
"Yang sulung," jawab imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin Yahudi itu.
Maka Yesus berkata kepada mereka,
"Percayalah: Penagih-penagih pajak dan wanita-wanita pelacur
akan lebih dahulu menjadi anggota umat Allah daripada kalian.

*Dari antara kedua anak itu, yang manakah yang melakukan kehendak ayahnya?"
"Yang kedua," jawab imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin Yahudi itu.*

Karena Yohanes Pembaptis datang,
dan menunjukkan kepada kalian cara hidup yang dikehendaki Tuhan,
namun kalian tidak mau percaya pada ajarannya;
tetapi penagih-penagih pajak dan wanita-wanita pelacur percaya kepadanya.
Tetapi meskipun kalian sudah melihat semuanya itu,
kalian tidak juga mengubah pikiranmu dan tidak percaya kepada Tuhan."

26 April, 2013

Pertanyaan mengenai kuasa Yesus

Kemudian Yesus kembali ke Rumah Tuhan, lalu masuk dan mengajar di situ.
Waktu Ia sedang mengajar,
imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin Yahudi datang kepada-Nya dan bertanya,
"Atas dasar apa Engkau melakukan semuanya itu?
Siapa yang memberi hak itu kepada-Mu?"

Yesus menjawab, "Aku juga mau bertanya kepada kalian.
Dan kalau kalian menjawabnya, Aku akan mengatakan kepadamu
dengan hak siapa Aku melakukan hal-hal ini.

Yohanes membaptis dengan hak siapa? Allah atau manusia?"
Lalu imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin Yahudi itu mulai berunding di antara mereka,
"Kalau kita katakan, 'Dengan hak Allah,' Ia akan berkata,
'Kalau begitu mengapa kalian tidak percaya kepadanya?'

Tetapi kalau kita katakan, 'Dengan hak manusia,' kita takut kepada orang banyak,
sebab mereka semua menganggap Yohanes seorang nabi."
Jadi mereka menjawab, "Kami tidak tahu."
Lalu Yesus berkata kepada mereka,
"Kalau begitu Aku pun tidak akan mengatakan kepadamu
dengan hak siapa Aku melakukan semuanya ini."

Yesus mengutuk pohon ara

Pagi-pagi keesokan harinya, dalam perjalanan kembali ke kota, Yesus lapar.
Ia melihat sebatang pohon ara di pinggir jalan.
Ia pergi ke pohon itu, tetapi tidak menemukan satu buah pun
kecuali daun-daun saja.
Lalu Yesus berkata kepada pohon itu,
"Engkau tidak akan berbuah lagi!" Langsung pohon ara itu layu.

Pada waktu pengikut-pengikut Yesus melihat kejadian itu, mereka heran sekali.
"Bagaimana pohon ara itu bisa langsung mati seluruhnya?" tanya mereka.
"Sungguh," jawab Yesus,
"kalau kalian percaya dan tidak ragu-ragu,
kalian dapat melakukan apa yang sudah Kulakukan terhadap pohon ara ini.
Dan bukan itu saja, malah kalian akan dapat berkata kepada bukit ini,
'Terangkatlah dan terbuanglah ke dalam laut'; maka hal itu akan terjadi.
Apa saja yang kalian minta dalam doamu,
kalian akan menerimanya, asal kalian percaya."

Yesus menyucikan Bait Allah

Kemudian Yesus masuk ke Rumah Tuhan,
dan mengusir semua orang yang berjual beli di situ.
Ia menjungkirbalikkan meja-meja penukar uang,
dan bangku-bangku penjual burung merpati.

Lalu Ia berkata kepada orang-orang itu,
"Di dalam Alkitab tertulis bahwa Allah berkata,
'Rumah-Ku akan disebut rumah tempat berdoa.'
Tetapi kalian menjadikannya sarang penyamun!"

Orang-orang buta dan lumpuh datang kepada Yesus di Rumah Tuhan,
dan Ia menyembuhkan mereka.
Tetapi imam-imam kepala dan guru-guru agama
marah melihat keajaiban-keajaiban yang dilakukan oleh Yesus.
Dan mereka marah juga mendengar
anak-anak bersorak-sorak di Rumah Tuhan, "Hidup Anak Daud!"

Mereka berkata kepada Yesus, "Engkau dengar apa yang mereka katakan?"
"Ya, Aku dengar," jawab Yesus.
"Belum pernahkah kalian membaca ayat Alkitab ini:
'Anak-anak dan bayi sudah Kauajar untuk mengucapkan pujian yang sempurna'?"
Kemudian Yesus meninggalkan mereka,
lalu keluar dari kota itu ke Betania dan bermalam di sana.

Yesus dielu-elukan di Yerusalem

Waktu sudah dekat Yerusalem, mereka sampai di Betfage di Bukit Zaitun.
Di situ Yesus menyuruh dua orang pengikut-Nya berjalan lebih dahulu.
"Pergilah ke kampung yang di depan itu," pesan Yesus kepada mereka.
"Segera kalian akan melihat seekor keledai terikat bersama anaknya.
Lepaskanlah keduanya dan bawa kemari.

Kalau ada orang menanyakan sesuatu, katakan kepada orangnya, 'Tuhan memerlukannya',
maka orang itu dengan segera akan membiarkan keledai itu dibawa."
Hal itu demikian supaya terjadilah apa yang dikatakan oleh nabi sebagai berikut,
"Katakanlah kepada Sion, Rajamu sedang datang kepadamu.
Ia rendah hati dan menunggang seekor keledai, seekor anak keledai yang muda."

Kemudian kedua pengikut-Nya itu pergi dan melakukan
seperti yang dipesankan Yesus kepada mereka.
Mereka membawa keledai itu dengan anaknya.
Lalu mereka mengalasi punggung keledai-keledai itu dengan jubah mereka.
Kemudian Yesus naik.

Banyak orang di sana membentangkan jubah-jubah mereka di jalan,
sedang orang-orang lain memotong ranting-ranting pohon
dan menyebarkannya di tengah jalan.
Orang banyak yang berjalan di depan dan di belakang Yesus berseru-seru,
"Hidup Anak Daud! Diberkatilah Dia yang datang atas nama Tuhan!
Pujilah Allah Yang Mahatinggi!"

Lalu, waktu Yesus masuk Yerusalem, seluruh kota itu menjadi gempar.
"Ini siapa?" tanya orang-orang di kota itu.
"Dia Nabi Yesus, dari Nazaret di Galilea,"
jawab orang banyak yang mengiringi Yesus.

25 April, 2013

Yesus menyembuhkan dua orang buta

Waktu mereka meninggalkan Yerikho, banyak orang mengikuti Yesus.
Dua orang buta sedang duduk di pinggir jalan.
Waktu mereka mendengar bahwa Yesus lewat, mereka berteriak,
"Anak Daud, kasihanilah kami!"

Orang banyak yang ada di situ memarahi mereka dan menyuruh mereka diam.
Tetapi mereka berteriak lebih nyaring lagi,
"Tuan, Anak Daud, kasihanilah kami!"
Lalu Yesus berhenti dan memanggil mereka.
"Apa yang kalian ingin Aku perbuat bagimu?" tanya Yesus.

Mereka menjawab, "Tuan, kami ingin melihat!"
Yesus kasihan kepada mereka, lalu menjamah mata mereka.
Saat itu juga mereka dapat melihat. Lalu mereka mengikuti Yesus.

Permintaan ibu Yakobus dan Yohanes Bukan memerintah melainkan melayani

Kemudian istri Zebedeus datang dengan anak-anaknya kepada Yesus.
Di hadapan Yesus ia sujud untuk minta sesuatu.
"Ibu mau apa?" tanya Yesus.
Ibu itu menjawab, "Saya ingin kedua anak saya ini
duduk di kiri dan kanan Bapak apabila Bapak menjadi Raja nanti."

"Kalian tidak tahu apa yang kalian minta," kata Yesus kepada mereka.
"Sanggupkah kalian minum dari piala penderitaan yang harus Aku minum?"
"Sanggup," jawab mereka.
Yesus berkata, "Memang kalian akan minum juga dari piala-Ku.
Tetapi mengenai siapa yang akan duduk di kiri dan kanan-Ku,
itu bukan Aku yang berhak menentukan.
Tempat-tempat itu adalah untuk orang-orang yang sudah ditentukan oleh Bapa-Ku."

Waktu kesepuluh pengikut yang lain mendengar hal itu,
mereka marah kepada kedua orang bersaudara itu.
Sebab itu Yesus memanggil mereka semua lalu berkata,
"Kalian tahu bahwa pemimpin-pemimpin bangsa yang tidak mengenal Allah
menindas rakyatnya. Dan pembesar-pembesar mereka menekan mereka.

Tetapi kalian tidak boleh begitu.
Sebaliknya, orang yang mau menjadi besar di antara kalian,
harus menjadi pelayanmu.
Dan orang yang mau menjadi yang pertama di antara kalian,
harus menjadi hambamu.
Sama seperti Anak Manusia itu juga;
Ia datang bukan untuk dilayani, tetapi untuk melayani,
dan menyerahkan nyawa-Nya untuk membebaskan banyak orang."

Pemberitahuan ketiga tentang penderitaan Yesus

Ketika Yesus menuju ke Yerusalem,
di tengah jalan Ia memanggil kedua belas pengikut-Nya berkumpul tersendiri.
Lalu Ia berkata kepada mereka,
"Dengarkan! Kita sekarang menuju Yerusalem.
Di sana Anak Manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan guru-guru agama.
Lalu Ia akan dihukum mati,
kemudian diserahkan kepada orang-orang bukan Yahudi.
Mereka akan mengolok-olok Dia, menyiksa Dia, dan menyalibkan Dia.
Tetapi pada hari ketiga, Ia akan dibangkitkan kembali."

Perumpamaan tentang orang-orang upahan di kebun anggur

"Apabila Allah memerintah, keadaannya seperti perumpamaan ini:
Seorang pemilik kebun anggur keluar pada waktu pagi
mencari orang untuk bekerja di kebun anggurnya.
Sesudah ia setuju membayar mereka satu uang perak sehari,
ia menyuruh mereka bekerja di kebun anggurnya.

Pukul sembilan pagi, pemilik kebun itu pergi lagi,
dan melihat beberapa orang sedang menganggur di pasar.
Maka berkatalah ia kepada mereka,
'Pergilah kalian bekerja di kebun anggur saya.
Saya akan membayar kalian dengan upah yang layak.'
Mereka pun pergi. Pukul dua belas tengah hari dan juga pukul tiga petang,
pemilik kebun itu keluar lagi dan berbuat hal yang sama.

Dan kira-kira pukul lima sore, ia keluar lagi dan melihat
masih ada orang yang menganggur.
Lalu ia bertanya kepada mereka,
'Mengapa kalian berdiri terus seharian di sini
dengan tidak melakukan apa-apa?'

Orang-orang itu menjawab,
'Tidak ada orang yang mempekerjakan kami.'
'Kalau begitu,' kata pemilik kebun itu,
'pergilah kalian bekerja di kebun anggur saya.'

Petang hari, pemilik kebun anggur itu berkata kepada mandurnya,
'Panggillah pekerja-pekerja itu dan bayarlah upah mereka masing-masing,
mulai dari orang yang masuk terakhir sampai kepada yang masuk pertama.'
Lalu datanglah pekerja-pekerja yang mulai bekerja dari pukul lima petang.
Mereka masing-masing menerima satu uang perak.

Kemudian datang pula pekerja-pekerja yang disewa sejak pagi.
Mereka berpikir mereka akan menerima lebih.
Padahal mereka hanya diberi satu uang perak juga.
Waktu menerima uang itu, mereka menggerutu terhadap pemilik kebun:
'Pekerja-pekerja yang datang terakhir itu cuma bekerja satu jam.
Sedangkan kami bekerja seharian di bawah panas terik matahari,
namun Tuan membayar mereka sama dengan kami!'

Pemilik kebun anggur itu menjawab kepada salah seorang dari mereka,
'Kawan, saya tidak bersalah terhadapmu.
Bukankah engkau setuju menerima upah satu uang perak untuk pekerjaan sehari?
Nah, ambillah upahmu, dan pergilah.
Saya memang ingin memberi kepada orang yang masuk terakhir itu
upah yang sama dengan yang saya berikan kepadamu.
Apakah saya tidak boleh berbuat semau saya dengan kepunyaan saya?
Ataukah engkau iri, karena saya bermurah hati?'"

Lalu Yesus berkata lagi,
"Begitu juga orang-orang yang terakhir akan menjadi yang pertama,
dan orang-orang yang pertama akan menjadi yang terakhir."

24 April, 2013

Upah mengikut Yesus

Lalu Petrus berkata,
"Lihatlah, kami sudah meninggalkan segala-galanya untuk mengikuti Bapak.
Dan apa yang akan kami terima?"
Yesus berkata kepada mereka,
"Percayalah: Di Dunia yang Baru,
Anak Manusia akan duduk di atas takhta-Nya yang mulia.

Pada waktu itu kalian pengikut-pengikut-Ku
akan duduk di atas dua belas takhta dan menghakimi kedua belas suku bangsa Israel!
Dan setiap orang yang sudah meninggalkan rumah,
atau saudara laki-laki atau perempuan, atau ibu bapak, atau anak-anak,
atau ladang karena Aku, orang itu akan menerima kembali seratus kali lipat.
Dan ia akan menerima juga hidup sejati dan kekal.
Tetapi banyak orang yang sekarang ini pertama akan menjadi yang terakhir
dan yang sekarang ini terakhir akan menjadi yang pertama."

Orang muda yang kaya

Pada suatu hari seorang laki-laki datang kepada Yesus.
"Pak Guru," katanya, "perbuatan baik apa yang harus kulakukan
supaya dapat menerima hidup sejati dan kekal?"
Yesus menjawab, "Mengapa engkau bertanya kepada-Ku mengenai apa yang baik?
Hanya ada Satu yang baik.
Kalau engkau ingin hidup, engkau harus taat kepada perintah-perintah Allah."

"Perintah yang mana itu?" tanya orang itu.
Yesus menjawab, "Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan bersaksi dusta,
hormatilah ayah dan ibumu;
dan kasihilah sesamamu manusia seperti engkau mengasihi dirimu sendiri."

"Semua perintah itu sudah kuturuti," jawab orang muda itu.
"Apa lagi yang perlu?"
Yesus berkata kepadanya,
"Kalau engkau ingin menjadi sempurna, pergilah jual semua milikmu.
Berikanlah uangnya kepada orang miskin, dan engkau akan mendapat harta di surga.
Sesudah itu, datanglah mengikuti Aku!"
Mendengar kata-kata itu, orang muda itu pergi dengan susah hati sebab ia kaya sekali.

Lalu Yesus berkata kepada pengikut-pengikut-Nya,
"Aku berkata kepadamu, sukar sekali untuk orang kaya menjadi anggota umat Allah.
Dan ini lagi yang mau Kukatakan kepadamu;
lebih mudah seekor unta masuk lubang jarum,
daripada seorang kaya masuk Dunia Baru Allah."

Ketika pengikut-pengikut-Nya mendengar perkataan Yesus itu, mereka heran.
"Kalau begitu," kata mereka, "siapa yang bisa selamat?"
Yesus memandang mereka lalu berkata,
"Untuk manusia, itu mustahil! Tetapi untuk Allah, semua mungkin."

Yesus memberkati anak-anak

Ada orang-orang membawa anak-anak kepada Yesus
supaya Ia meletakkan tangan-Nya ke atas kepala mereka
dan mendoakan mereka.
Tetapi pengikut-pengikut Yesus memarahi orang-orang itu.

Maka Yesus berkata kepada pengikut-pengikut-Nya,
"Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku!
Jangan melarang mereka,
sebab orang-orang seperti inilah yang menjadi anggota umat Allah."
Lalu Yesus meletakkan tangan-Nya di atas kepala anak-anak itu
dan memberkati mereka. Kemudian Ia pergi dari situ.

23 April, 2013

Perceraian

Sesudah Yesus selesai mengatakan semuanya itu,
Ia meninggalkan Galilea lalu pergi ke daerah Yudea di seberang Sungai Yordan.
Banyak orang mengikuti Dia, dan Ia menyembuhkan mereka di situ.

Lalu orang-orang Farisi datang untuk menjebak Dia.
Mereka bertanya, "Menurut hukum agama kita,
apakah boleh orang menceraikan istrinya dengan alasan apa saja?"

Yesus menjawab, "Apakah kalian belum membaca dalam Alkitab
bahwa Pencipta yang membuat manusia,
pada mulanya membuat mereka laki-laki dan wanita?
Dan sesudah itu Ia berkata,
'Itu sebabnya laki-laki meninggalkan ibu bapaknya dan bersatu dengan istrinya,
maka keduanya menjadi satu.'

Jadi mereka bukan lagi dua orang, tetapi satu.
Itu sebabnya apa yang sudah disatukan oleh Allah
tidak boleh diceraikan oleh manusia."
Lalu orang-orang Farisi bertanya kepada-Nya,
"Kalau begitu mengapa Musa menyuruh orang
memberi surat cerai kepada istri yang diceraikannya?"

Yesus menjawab, "Musa mengizinkan kalian menceraikan istrimu
sebab kalian terlalu susah diajar.
Tetapi sebenarnya bukan begitu pada mulanya.
Jadi, dengarlah ini:
Siapa menceraikan istrinya--padahal wanita itu tidak menyeleweng
kemudian kawin lagi dengan wanita yang lain, orang itu berzinah."

Maka pengikut-pengikut Yesus berkata kepada-Nya,
"Kalau soal hubungan suami istri adalah seperti itu,
lebih baik tidak usah kawin."

Yesus menjawab, "Tidak semua orang bisa menerima kata-kata itu,
hanya orang-orang yang sudah ditentukan oleh Allah.
Karena ada orang yang tidak dapat kawin, sebab mereka memang lahir begitu.
Ada juga yang tidak dapat kawin sebab ia dibuat begitu oleh orang lain.
Dan ada pula yang memilih sendiri untuk tidak kawin, supaya dapat melayani Allah.
Orang yang sanggup menerima pengajaran ini, biarlah ia menerimanya."

Perumpamaan tentang pengampunan

Kemudian Petrus datang kepada Yesus dan bertanya,
"Tuhan, kalau saudara saya berdosa terhadap saya,
sampai berapa kali saya harus mengampuni dia? Sampai tujuh kalikah?"

Yesus menjawab, "Tidak, bukan sampai tujuh kali,
tetapi tujuh puluh kali tujuh kali!
Sebab apabila Allah memerintah,
keadaannya seperti dalam perumpamaan ini:
Seorang raja mau menyelesaikan utang-utang hamba-hambanya.
Waktu ia mulai mengadakan pemeriksaan,
dihadapkan kepadanya seorang hamba yang berutang berjuta-juta,
dan tidak dapat melunasinya.
Jadi, raja itu memerintahkan supaya hamba itu dijual bersama-sama dengan anak istrinya,
dan segala harta miliknya untuk membayar utangnya.

Hamba itu sujud di depan raja itu, dan memohon,
'Tuan, sabarlah terhadap hamba.
Hamba akan melunasi semua utang hamba.'

Raja itu kasihan kepadanya, sehingga ia menghapuskan semua utangnya.
Ketika hamba itu keluar, ia berjumpa dengan kawannya,
seorang hamba juga, yang berutang kepadanya beberapa ribu.
Ia menangkap kawannya itu, mencekiknya, dan berkata,
'Bayarlah semua utangmu!'

Lalu kawannya itu sujud di depannya sambil memohon,
'Sabarlah dulu kawan, semuanya akan saya bayar!'
Tetapi hamba itu menolak.
Sebaliknya, ia memasukkan dia ke dalam penjara sampai ia membayar utangnya.

Ketika hamba-hamba yang lain melihat apa yang sudah terjadi,
mereka sedih dan melaporkan hal itu kepada raja.
Maka raja itu memanggil hamba yang jahat itu dan berkata kepadanya,
'Hamba yang jahat! Seluruh utangmu sudah kuhapuskan
hanya karena engkau memohon kepadaku.

Bukankah engkau pun harus menaruh kasihan
kepada kawanmu seperti aku pun sudah menaruh kasihan kepadamu?'
Raja itu sangat marah.
Hamba yang jahat itu dimasukkannya ke dalam penjara
sampai ia melunasi semua utangnya."

Yesus mengakhiri cerita-Nya dengan kata-kata ini,
"Begitu juga Bapa-Ku di surga akan memperlakukan kalian masing-masing,
kalau kalian tidak mengampuni saudaramu dengan ikhlas."

22 April, 2013

Tentang menasihati sesama saudara

"Kalau saudaramu berdosa terhadapmu,
pergilah kepadanya dan tunjukkanlah kesalahannya.
Lakukanlah itu dengan diam-diam antara kalian berdua saja.
Kalau ia menurut kata-katamu, maka berhasillah engkau mendapat saudaramu itu kembali.

Tetapi kalau tidak, bawalah satu atau dua orang lagi.
Sebab dalam Alkitab tertulis,
'Sekurang-kurangnya dua atau tiga saksi
diperlukan untuk menyatakan seorang tertuduh bersalah.'

Kalau ia tidak menerima nasihat orang-orang itu,
beritahukanlah hal itu kepada jemaat.
Dan akhirnya, kalau ia tidak mau menerima nasihat jemaat,
anggaplah ia sebagai penagih pajak dan seorang yang tidak mengenal Allah."

"Ketahuilah: Apa yang kalian larang di dunia, juga dilarang di surga.
Dan apa yang kalian benarkan di dunia, juga dibenarkan di surga.
Dan ketahuilah juga: Kalau di antara kalian di dunia ini
dua orang sepakat mengenai apa saja dan mendoakannya,
doa itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku di surga.
Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul karena Aku,
Aku berada di tengah-tengah mereka."

Perumpamaan tentang domba yang hilang

Bagaimanakah pendapatmu?
Seandainya ada seorang yang mempunyai seratus ekor domba,
lalu seekor dari domba-domba itu hilang,
apakah yang akan dibuat oleh orang itu?
Pasti ia akan meninggalkan domba yang sembilan puluh sembilan ekor itu di bukit
dan pergi mencari yang hilang itu.

Dan kalau ia menemukan kembali domba itu--percayalah Aku
ia akan lebih gembira atas domba yang seekor itu
daripada atas sembilan puluh sembilan ekor lainnya yang tidak hilang.
Begitu juga Bapamu yang di surga
tidak mau salah seorang dari orang-orang yang baru percaya kepada-Ku ini sesat."

Siapa yang menyesatkan orang

"Siapa menyebabkan salah satu dari orang-orang yang kecil ini
tidak percaya lagi kepada-Ku,
lebih baik kalau batu penggilingan diikatkan pada lehernya
dan ia ditenggelamkan di laut yang dalam.

Alangkah celakanya dunia ini karena hal-hal yang menyebabkan orang berdosa.
Memang hal-hal seperti itu akan selalu ada,
tetapi celakalah orang yang menyebabkannya!
Kalau tanganmu atau kakimu membuat engkau berdosa, potonglah dan buanglah.
Lebih baik engkau hidup dengan Allah tanpa sebelah tangan atau kaki,
daripada engkau dibuang ke dalam api neraka dengan kedua tangan dan kakimu.

Dan kalau matamu menyebabkan engkau berbuat dosa, cungkillah dan buanglah.
Lebih baik engkau hidup dengan Allah tanpa satu mata
daripada dibuang ke dalam api neraka dengan kedua mata."

"Awas! Jangan menghina salah satu dari orang-orang yang kecil ini.
Sebab ingatlah, malaikat-malaikat mereka selalu ada di hadapan Bapa-Ku di surga.
(Sebab Anak Manusia datang untuk menyelamatkan orang yang sesat!)

Siapa yang terbesar dalam Kerajaan Sorga

Pada waktu itu pengikut-pengikut Yesus datang kepada-Nya dan bertanya,
"Siapa yang dianggap terbesar di antara umat Allah?"
Yesus memanggil seorang anak kecil, dan membuat dia berdiri di depan mereka.

Lalu Yesus berkata, "Percayalah!
Hanya kalau kalian berubah dan menjadi seperti anak-anak,
kalian akan menjadi anggota umat Allah.
Orang yang merendahkan dirinya dan menjadi seperti anak ini,
dialah yang terbesar di antara umat Allah.
Dan orang yang menerima anak yang seperti ini karena Aku,
berarti menerima Aku."

11 April, 2013

If I Lose Myself

I stared up at the sun
Thought of all the people,
places and things I’ve loved

I stared up just to see
Of all the faces,
you were the one next to me

You can feel the light start to tremble
Washing what you know out to sea
You can see your life out of the window, tonight

If I lose myself tonight
It’ll be by your side
If I lose myself tonight

If I lose myself tonight
It’ll be you and I
Lose myself tonight

I woke up with the sun
Thought of all the people,
places and things I’ve loved

I woke up just to see
With all the faces
You were the one next to me

You can feel the light start to tremble
Washing what you know out to sea
You can see your life out of the window, tonight

If I lose myself tonight
It’ll be by your side
If I lose myself tonight

If I lose myself tonight
It’ll be you and I
Lose myself tonight

Take us down and we keep shining
40 000 feet keep flying

10 April, 2013

Cinta Sejati

Manakala hati menggeliat mengusik renungan
Mengulang kenangan saat cinta menemui cinta
Suara sang malam dan siang seakan berlagu
Dapat aku dengar rindumu memanggil namaku

Aku tak pernah pergi, selalu ada di hatimu
Kau tak pernah jauh, selalu ada di dalam hatiku
Sukmaku berteriak, menegaskan ku cinta padamu
Terima kasih pada maha cinta menyatukan kita

Cinta kita melukiskan sejarah
Menggelarkan cerita penuh suka cita
lyricsalls.blogspot.com
Sehingga siapa pun insan Tuhan
Pasti tahu cinta kita sejati

Saat aku tak lagi di sisimu
Ku tunggu kau di keabadian

Lembah yang berwarna
Membentuk melekuk memeluk kita
Dua jiwa yang melebur jadi satu
Dalam kesunyian cinta

05 April, 2013

Yesus membayar bea untuk Bait Allah

Waktu Yesus dan pengikut-pengikut-Nya sampai di Kapernaum,
penagih-penagih pajak Rumah Tuhan datang kepada Petrus dan bertanya,
"Gurumu membayar pajak Rumah Tuhan atau tidak?"
Petrus menjawab, "Bayar!"
Ketika Petrus pulang, Yesus menyapa dia lebih dahulu,
"Simon, bagaimana pendapatmu?
Siapa yang harus membayar bea atau pajak kepada raja-raja dunia ini?
Rakyatkah atau orang asing?"

"Orang asing," jawab Petrus.
"Kalau begitu," kata Yesus, "rakyat tidak perlu membayar.
Tetapi janganlah kita menyinggung perasaan orang-orang itu.
Jadi, pergilah ke danau untuk memancing.
Ambillah ikan pertama yang kautangkap.
Di dalam mulutnya itu engkau akan menemukan mata uang
yang cukup untuk pajak kita berdua.
Ambillah uang itu dan bayarlah kepada mereka pajak kita untuk Rumah Tuhan."

Pemberitahuan kedua tentang penderitaan Yesus

Ketika pengikut-pengikut Yesus berkumpul di Galilea,
Yesus berkata kepada mereka,
"Tidak lama lagi, Anak Manusia akan diserahkan kepada kuasa manusia.
Ia akan dibunuh, tetapi pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan."
Maka pengikut-pengikut-Nya menjadi sedih sekali.

Yesus menyembuhkan seorang anak muda yang sakit ayan

Ketika Yesus dan ketiga pengikut-Nya kembali kepada orang banyak itu,
seorang laki-laki datang, sujud di hadapan Yesus,
dan berkata, "Bapak, kasihanilah anak saya.
Ia sakit ayan. Serangan ayannya begitu hebat
sehingga ia sering sekali jatuh ke dalam api dan sering juga ke dalam air.

Saya sudah membawa dia kepada pengikut-pengikut Bapak,
tetapi mereka tidak dapat menyembuhkan dia."
Yesus menjawab, "Bukan main kalian ini!
Kalian sungguh orang-orang yang menyeleweng dan tidak percaya.
Sampai kapan Aku harus tinggal bersama kalian
dan bersabar terhadap kalian? Bawa anak itu kemari!"

Lalu Yesus memerintahkan roh jahat yang di dalam anak itu keluar.
Dan roh jahat itu keluar, lalu anak itu sembuh pada saat itu juga.

Kemudian pengikut-pengikut Yesus datang kepada-Nya secara tersendiri
dan bertanya kepada-Nya,
"Pak, apa sebab kami tidak dapat mengusir roh jahat itu?"

Yesus menjawab, "Sebab kalian kurang percaya.
Ingatlah! Kalau kalian mempunyai iman sebesar biji sawi,
kalian dapat berkata kepada bukit ini, 'Pindahlah ke sana!'
pasti bukit ini akan pindah. Tidak ada sesuatu pun yang tidak dapat kalian buat!
(Tetapi roh jahat yang semacam ini, hanya bisa diusir oleh doa dan puasa saja.)"

02 April, 2013

Yesus dimuliakan di atas gunung

Enam hari kemudian Yesus membawa
Petrus dengan Yakobus dan saudaranya Yohanes,
menyendiri ke sebuah gunung yang tinggi.
Di depan mereka, Yesus berubah rupa:
Muka-Nya menjadi terang
seperti matahari dan pakaian-Nya putih berkilauan.
Kemudian ketiga pengikut-Nya itu melihat
Musa dan Elia berbicara dengan Yesus.

Lalu Petrus berkata kepada Yesus,
"Tuhan, enak sekali kita di sini.
Kalau Tuhan suka, saya akan mendirikan tiga kemah di sini:
satu untuk Tuhan, satu untuk Musa, dan satu lagi untuk Elia."

Sementara Petrus masih berbicara,
awan yang terang sekali meliputi mereka
dan dari awan itu terdengar suara yang berkata,
"Inilah Anak-Ku yang Kukasihi.
Ia menyenangkan hati-Ku. Dengarkan Dia!"

Waktu pengikut-pengikut Yesus mendengar suara itu,
mereka begitu ketakutan sehingga tersungkur ke tanah.
Tetapi Yesus datang dan menyentuh mereka.
"Bangunlah," kata-Nya, "jangan takut!"

Ketika mereka memandang, mereka tidak melihat siapa pun,
kecuali Yesus saja.
Waktu mereka turun dari gunung itu, Yesus memperingatkan mereka,
"Jangan memberitahukan kepada siapa pun apa yang kalian lihat tadi,
sebelum Anak Manusia dibangkitkan dari kematian."

Pengikut-pengikut Yesus bertanya kepada-Nya,
"Mengapa guru-guru agama berkata bahwa Elia harus datang terlebih dahulu?"
Yesus menjawab, "Memang Elia datang
dan ia akan membereskan segala sesuatu.

Tetapi Aku berkata kepadamu, Elia sudah datang,
namun orang-orang tidak mengenal dia;
mereka memperlakukan dia semau mereka saja.
Dan begitu juga mereka akan memperlakukan Anak Manusia."
Lalu para pengikut-Nya mengerti
bahwa Yesus bicara tentang Yohanes Pembaptis.

01 April, 2013

daylight

Here I am waiting, i'll have to leave soon
Why am i, holding on?
We knew this would come, we knew it all along
How did it, come so fast?
This is our last night but it's late
And I'm trying not to sleep
Cause I know, when I wake, I will have to slip away

And when the daylight comes I'll have to go
But tonight I'm gonna hold you so close
Cause in the daylight we'll be on our own
But tonight I need to hold you so close

Here I am staring at your perfection
In my arms, so beautiful
The sky is getting back the stars are burning out
Somebody slow it down
This is way too hard, cause I know
When the sun comes out, I will leave
This is my last glance that will soon be memory

And when the daylight comes I'll have to go
But tonight I'm gonna hold you so close
Cause in the daylight we'll be on our own
But tonight I need to hold you so close

I never wanted to stop because I don't wanna stuck alone babe, stuck alone babe
I was afraid of the dark but now it's all that I want, all that I want, all that I want

And when the daylight comes I'll have to go
But tonight I'm gonna hold you so close
Cause in the daylight we'll be on our own
But tonight I need to hold you so close

And when the daylight comes I'll have to go
But tonight I'm gonna hold you so close
Cause in the daylight we'll be on our own
But tonight I need to hold you so close

get me through december - SweetHeart

How pale is the sky that brings forth the rain
As the changing of seasons prepares me again
For the long bitter nights and the wild winter's day
My heart has grown cold, my love stored away
My heart has grown cold, my love stored away

I've been to the mountain, left my tracks in the snow
Where souls have been lost and the walking wounded go
I've taken the pain no girl should endure
Faith can move mountains; of that I am sure
But faith can move mountains; of that I am sure

Just get me through December
A promise I'll remember
Get me through December
So I can start again

No divine purpose brings freedom from sin
And peace is a gift that must come from within
I've looked for the love that will bring me to rest
Feeding this hunger beating strong in my chest
Feeding this hunger beating strong in my chest

Get me through December
A promise I'll remember
Get me through December
So I can start again

Penutup - Surat Yudas

Allah, yang sanggup menjaga supaya kalian tidak jatuh,
dan yang sanggup membawamu ke hadirat-Nya
yang mulia dengan sukacita dan tanpa cela,
Dialah satu-satunya Allah, Penyelamat kita
melalui Yesus Kristus Tuhan kita.
Dialah Allah yang mulia, agung, berkuasa
dan berwibawa sejak dahulu kala
sampai sekarang dan untuk selama-lamanya!
Amin.

Nasihat-nasihat untuk meneguhkan iman

Tetapi Saudara-saudaraku yang tercinta,
ingatlah akan apa yang dahulu
dikatakan oleh rasul-rasul Tuhan kita Yesus Kristus.

Mereka memberitahukan terlebih dahulu kepadamu
bahwa menjelang akhir zaman akan muncul
orang-orang yang akan mengejek kalian,
yaitu orang-orang yang hidup
menurut keinginan-keinginan mereka yang berdosa.

Mereka inilah orang-orang yang menimbulkan perpecahan.
Mereka tidak dikuasai oleh Roh Allah,
melainkan oleh keinginan-keinginan tabiat duniawi.
Tetapi kalian, Saudara-saudaraku,
binalah terus hidupmu berdasarkan percayamu kepada Yesus Kristus.
Imanmu itu sangat suci.
Sementara itu berdoalah dengan kuasa Roh Allah,
dan hiduplah selalu di dalam naungan kasih Allah
selama kalian menantikan rahmat Yesus Kristus Tuhan kita,
yang akan memberikan kepadamu hidup sejati dan kekal.

Terhadap orang-orang yang bimbang hatinya,
hendaklah kalian menunjukkan belas kasihan.
Tariklah orang keluar dari dalam api untuk menyelamatkan mereka.
Terhadap orang-orang lainnya
hendaklah kalian menunjukkan belas kasihan
disertai perasaan takut,
tetapi bencilah bahkan pakaian mereka pun
yang telah dikotori dengan keinginan mereka yang berdosa.

Hukuman atas guru-guru palsu

Saudara-saudara yang tercinta!
Saya sungguh-sungguh bermaksud menulis surat kepadamu
mengenai keselamatan yang kita sama-sama sudah alami.
Tetapi sekarang saya merasa terdorong
untuk menasihati kalian dengan surat ini
supaya kalian terus berjuang untuk iman
yang sudah satu kali diberikan Allah
untuk selama-lamanya kepada umat-Nya.

Sebab tanpa kita sadari, ada oknum-oknum tertentu
yang menyelusup masuk ke tengah-tengah kita.
Mereka orang-orang bejat yang memutarbalikkan berita
tentang rahmat Allah kita,
untuk mendapat kesempatan melampiaskan hawa nafsu mereka.
Dan mereka menolak Yesus Kristus, satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita.
Sejak dahulu hukuman untuk mereka sudah dinubuatkan dalam Alkitab.

Semuanya itu kalian sudah tahu.
Namun saya ingin mengingatkan kalian mengenai
bagaimana Tuhan menyelamatkan umat Israel dari negeri Mesir,
tetapi kemudian membinasakan
orang-orang yang tidak percaya di antara mereka.

Ingatlah juga para malaikat yang melampaui batas-batas kekuasaan mereka,
sehingga pergi meninggalkan tempat tinggal mereka.
Allah membelenggu malaikat-malaikat itu dengan rantai abadi,
di dalam tempat yang gelap di bawah bumi.
Di sana mereka ditahan terus sampai hukuman dijatuhkan ke atas mereka
pada Hari yang hebat itu nanti.

Ingatlah juga kota Sodom dan Gomora serta kota-kota di sekitarnya,
yang penduduknya melakukan hal-hal seperti yang dilakukan
oleh malaikat-malaikat tersebut.
Mereka melakukan hal-hal yang cabul dan bejat,
sehingga mereka disiksa dengan hukuman api yang kekal,
untuk dijadikan peringatan bagi semua orang.

Demikian juga oknum-oknum itu berkhayal-khayal
sampai mereka berbuat dosa terhadap badan mereka sendiri.
Mereka memandang rendah kekuasaan Allah
dan menghina para makhluk yang mulia di surga.
Mikhael sendiri, yang mengepalai malaikat-malaikat,
tidak pernah berbuat seperti itu.
Pada waktu ia bertengkar dengan Iblis
dalam perselisihan tentang siapa yang akan mendapat mayat Musa,
Mikhael tidak berani menghakimi Iblis dengan kata-kata penghinaan.
Mikhael hanya berkata, "Tuhan akan membentak engkau!"

Tetapi dengan penghinaan-penghinaan,
orang-orang itu menyerang segala sesuatu yang mereka tidak mengerti.
Mereka sama seperti binatang-binatang yang tidak berakal,
yang mengetahui hal-hal dengan nalurinya.
Tetapi justru hal-hal itulah yang menyebabkan kehancuran mereka.

Celaka mereka! Mereka telah mengikuti jalan yang ditempuh oleh Kain.
Agar mendapat uang, mereka menjerumuskan diri dalam lembah kesesatan,
sama seperti Bileam.
Dan mereka pun dihancurkan karena memberontak seperti Korah.

Pada waktu kalian mengadakan pesta makan,
sikap orang-orang itu memuakkan di antaramu.
Sebab mereka makan dengan rakus tanpa malu-malu,
dan hanya mementingkan diri sendiri.
Mereka seperti awan yang ditiup oleh angin,
tetapi tidak menurunkan hujan.
Mereka juga seperti pohon yang tidak menghasilkan buah
walaupun musim buah-buahan;
pohon-pohon yang telah dicabut akarnya
dan sudah mati sama sekali.

Sama seperti ombak yang ganas di laut menimbulkan buih,
begitu juga mereka membuihkan perbuatan-perbuatan yang memalukan.
Mereka adalah seperti bintang-bintang yang mengembara
dan yang sudah disediakan tempatnya oleh Allah
di dalam kegelapan yang paling dahsyat untuk selama-lamanya.

Henokh, keturunan ketujuh dari Adam,
dahulu pernah menubuatkan tentang orang-orang itu.
Henokh berkata, "Lihat, Tuhan akan datang
dengan beribu-ribu malaikat-Nya yang suci
untuk menghakimi semua orang.
Tuhan akan menghukum orang-orang jahat
karena perbuatan-perbuatan mereka yang bejat.
Dan Ia akan menghukum orang berdosa dan durhaka
karena semua kata penghinaan yang diucapkannya."

Orang-orang itu selalu saja menggerutu dan menyalahkan orang lain.
Mereka hidup menurut keinginan-keinginan mereka yang berdosa.
Mereka membual mengenai diri sendiri,
dan menjilat orang supaya mendapat keuntungan.

Salam - Surat Yudas

Saudara-saudara yang telah dipanggil
dan yang sangat dikasihi oleh Allah Bapa,
serta dijaga untuk Yesus Kristus.
Sebagai hamba Yesus Kristus,
saya--Yudas--saudara dari Yakobus,
mengharap: Semoga Allah memberi berkat,
rahmat dan sejahtera kepadamu dengan berlimpah-limpah.

Pemberitahuan pertama tentang penderitaan Yesus dan syarat-syarat mengikut Dia

Mulai dari saat itu, Yesus berkata terus terang
kepada pengikut-pengikut-bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem
dan mengalami banyak penderitaan dari pemimpin-pemimpin,
imam-imam kepala dan guru-guru agama.
Ia akan dibunuh, tetapi pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan kembali.

Lalu Petrus menarik Yesus ke samping dan menegur Dia, katanya,
"Mudah-mudahan Allah menjauhkan hal itu, Tuhan!
Jangan sampai hal itu terjadi pada Tuhan!"

Yesus menoleh lalu berkata kepada Petrus,
"Pergi dari sini, Penggoda! Engkau menghalang-halangi Aku.
Pikiranmu itu pikiran manusia; bukan pikiran Allah!"

Kemudian Yesus berkata kepada pengikut-pengikut-Nya,
"Orang yang mau mengikuti Aku,
harus melupakan kepentingannya sendiri,
memikul salibnya, dan terus mengikuti Aku.

Sebab orang yang mau mempertahankan hidupnya, akan kehilangan hidupnya.
Tetapi orang yang mengurbankan hidupnya untuk Aku, akan mendapatkannya.

Apa untungnya bagi seseorang,
kalau seluruh dunia ini menjadi miliknya
tetapi ia kehilangan hidupnya?
Dapatkah hidup itu ditukar dengan sesuatu?

Tidak lama lagi Anak Manusia,
bersama-sama dengan malaikat-malaikat-Nya
akan datang dengan kuasa Bapa-Nya.
Pada waktu itu Ia akan membalas tiap-tiap orang
sesuai dengan perbuatannya.
Ketahuilah! Dari antara kalian di sini
ada yang tidak akan mati, sebelum melihat Anak Manusia datang sebagai Raja."

Pengakuan Petrus

Yesus pergi ke daerah dekat kota Kaisarea Filipi.
Di situ Ia bertanya kepada pengikut-pengikut-Nya,
"Menurut kata orang, Anak Manusia itu siapa?"

Pengikut-pengikut-Nya menjawab,
"Ada yang berkata Yohanes Pembaptis. Ada juga yang berkata Elia.
Yang lain lagi berkata Yeremia, atau salah seorang nabi."

"Tetapi menurut kalian sendiri, Aku ini siapa?"
tanya Yesus kepada mereka.
Simon Petrus menjawab,
"Bapak adalah Raja Penyelamat, Anak Allah Yang Hidup."

"Beruntung sekali engkau, Simon anak Yona!" kata Yesus.
"Sebab bukannya manusia yang memberitahukan hal itu kepadamu,
melainkan Bapa-Ku yang di surga.

Sebab itu ketahuilah, engkau adalah Petrus, batu yang kuat.
Dan di atas alas batu inilah Aku akan membangun gereja-Ku,
yang tidak dapat dikalahkan; sekalipun oleh maut!

Aku akan memberikan kepadamu kunci dari Dunia Baru Allah.
Apa yang engkau larang di atas bumi, juga dilarang di surga.
Dan apa yang engkau benarkan di atas bumi, juga dibenarkan di surga."

Setelah itu Yesus mengingatkan pengikut-pengikut-Nya
supaya mereka tidak memberitahukan kepada siapa pun
bahwa Dialah Raja Penyelamat.

Tentang ragi orang Farisi dan Saduki

Waktu pengikut-pengikut Yesus sampai di seberang danau,
baru ketahuan oleh mereka bahwa mereka lupa membawa roti.

Yesus berkata kepada mereka,
"Berhati-hatilah terhadap ragi orang-orang Farisi dan Saduki."
Mendengar kata-kata Yesus itu, pengikut-pengikut-Nya
mulai berkata satu sama lain,
"Ia berkata begitu karena kita tidak membawa roti."

Yesus tahu apa yang mereka bicarakan.
Jadi Ia berkata,
"Mengapa kalian persoalkan tentang tidak punya roti?
Kalian kurang percaya!
Masih belum mengertikah kalian?
Apakah kalian tidak ingat akan lima roti yang Aku belah-belah
untuk lima ribu orang?
Berapa bakul kelebihan roti yang kalian kumpulkan?

Dan bagaimana pula dengan tujuh roti untuk empat ribu orang itu?
Berapa bakul kelebihan makanan yang kalian kumpulkan?
Mengapa sampai kalian tidak mengerti
bahwa Aku bukannya berbicara dengan kalian mengenai roti?
Berhati-hatilah terhadap ragi orang-orang Farisi dan Saduki!"

Akhirnya pengikut-pengikut Yesus itu mengerti
bahwa Yesus menyuruh mereka berhati-hati
bukannya terhadap ragi yang dipakai untuk membuat roti,
tetapi terhadap pengajaran-pengajaran orang-orang Farisi dan Saduki.