29 April, 2020

Kitab Yang Dimeterai dan Anak Domba


Kemudian saya melihat sebuah gulungan buku
di tangan Dia yang duduk di takhta itu.
Buku itu penuh dengan tulisan pada sebelah-menyebelahnya
dan dimeteraikan dengan tujuh buah segel.
Lalu saya melihat seorang malaikat yang perkasa
berseru-seru dengan suara yang besar,
"Siapa layak memecahkan segel-segel ini dan membuka buku ini?"

Tetapi baik di surga, maupun di bumi, atau di bawah bumi sekalipun
tidak terdapat seorang juga yang sanggup membuka buku itu,
dan melihat ke dalamnya.
Maka saya menangis tersedu-sedu
sebab tidak ada seorang pun yang layak membuka buku itu,
dan melihat ke dalamnya.

Lalu salah seorang dari antara pemimpin-pemimpin itu berkata kepada saya,
"Jangan menangis! Lihat! Singa dari suku bangsa Yehuda,
keturunan Daud yang besar, sudah menang.
Dia sanggup memecahkan tujuh segel dan membuka buku itu."

Kemudian saya melihat seekor Anak Domba
berdiri di tengah-tengah takhta itu,
dikelilingi oleh keempat makhluk dan semua pemimpin itu.
Anak Domba itu nampaknya seperti sudah disembelih.
Ia mempunyai tujuh tanduk dan tujuh mata:
yaitu tujuh roh dari Allah yang sudah diutus ke seluruh dunia.

Kemudian Anak Domba itu maju
dan mengambil gulungan buku itu
dari tangan kanan orang yang duduk di atas takhta.

Sementara Anak Domba itu berbuat begitu,
tersungkurlah keempat makhluk dan kedua puluh empat pemimpin itu di depan-Nya.
Mereka masing-masing memegang kecapi dan mangkuk emas yang berisi kemenyan,
yaitu doa-doa umat Allah.

Mereka menyanyikan sebuah lagu yang baru:
"Engkau layak mengambil buku itu dan memecahkan segel-segelnya.
Sebab Engkau sudah dibunuh, dan dengan kematian-Mu,
manusia dari segala suku, bahasa, negara dan bangsa sudah dibeli olehmu untuk Allah.
Engkau sudah menjadikan mereka suatu bangsa khusus imam-imam,
supaya mereka melayani Allah kita, dan memerintah di atas bumi."

Kemudian saya melihat lagi.
Saya mendengar suara malaikat yang beribu-ribu dan berjuta-juta banyaknya.
Mereka berdiri mengelilingi takhta dan keempat makhluk serta para pemimpin itu.
Dan mereka menyanyi dengan suara yang kuat,
"Anak Domba yang sudah disembelih itu,
layak untuk menerima kuasa, kekayaan, kebijaksanaan dan kekuatan;
Ia layak dihormati, diagungkan dan dipuji-puji!"

Lalu saya mendengar segala makhluk di langit, di bumi, di bawah bumi dan di dalam laut
singkatnya segala makhluk di semesta alam ini
menyanyi, "Dia yang duduk di atas takhta, dan Sang Anak Domba itu,
adalah terpuji dan terhormat serta agung dan berkuasa untuk selama-lamanya!"
Maka keempat makhluk itu menjawab, "Amin!"
Dan pemimpin-pemimpin itu pun tersungkur dan menyembah.

-Wahyu 5:1-14 BIS

Kedua Puluh Empat Tua-tua dan Keempat Binatang


Sesudah itu saya mendapat penglihatan lagi.
Saya melihat sebuah pintu terbuka di surga.
Kemudian terdengar lagi suara yang pada mulanya
sudah berbicara kepada saya seperti bunyi trompet.
Suara itu berkata, "Mari naik ke sini.
Aku akan menunjukkan kepadamu apa yang akan terjadi nanti."

Langsung saja saya dikuasai Roh Allah.
Lalu saya melihat di surga ada sebuah takhta,
dan ada seseorang duduk di takhta itu.
Muka orang itu bersinar seperti
permata baiduri pandan dan permata delima.
Suatu pelangi warna zamrud melingkari takhta itu.

Dalam bentuk lingkaran sekeliling takhta itu
ada dua puluh empat takhta yang lain.
Di situ duduk dua puluh empat pemimpin yang berpakaian putih,
dan memakai mahkota emas.

Dari takhta itu terpancar cahaya kilat dan keluar bunyi guntur yang bergelegaran.
Dan di depan takhta itu ada tujuh obor yang bernyala; itulah ketujuh Roh Allah.

Terdapat juga di depan takhta itu
sesuatu yang kelihatan seperti lautan kaca, bening seperti kristal.
Di sekeliling takhta, pada setiap sisinya, ada empat makhluk,
yang bagian depan dan bagian belakangnya penuh dengan mata.

Makhluk yang pertama kelihatan seperti singa.
Yang kedua, seperti sapi jantan.
Yang ketiga mempunyai muka seperti muka manusia.
Yang keempat, kelihatan seperti burung rajawali yang sedang terbang.

Keempat makhluk itu, masing-masing mempunyai enam sayap,
dan sekelilingnya dan di sebelah dalamnya penuh dengan mata.
Siang malam makhluk-makhluk itu tidak berhenti-hentinya menyanyi,
"Kudus, kudus, kuduslah Tuhan, Allah Mahakuasa;
yang ada, yang sudah ada, dan yang ada seterusnya."

Keempat makhluk itu menyanyikan lagu-lagu pujian,
hormat dan syukur kepada Dia yang duduk di takhta itu,
yaitu Dia yang hidup untuk selama-lamanya.
Dan pada waktu makhluk-makhluk itu menyanyi,
kedua puluh empat pemimpin itu tersungkur
di depan orang yang duduk di takhta itu,
lalu menyembah Dia yang hidup selama-lamanya.
Kemudian mereka melemparkan mahkota-mahkota mereka
ke depan takhta itu serta berkata,
"Ya Tuhan, ya Allah kami!
Engkau sajalah yang layak menerima pujian, hormat dan kuasa.
Sebab Engkaulah pencipta segala sesuatu,
dan atas kehendak-Mu juga segala sesuatu itu telah terjadi dan hidup."

-Wahyu 4:1-11 BIS

28 April, 2020

Kepada Jemaat di Laodikia


"Kepada malaikat jemaat di Laodikia, tulislah begini:
Inilah pesan dari Sang Amin, Saksi yang setia dan benar,
sumber segala sesuatu yang diciptakan oleh Allah.

Aku tahu apa yang kalian lakukan;
Aku tahu kalian tidak dingin dan tidak juga panas.
Seharusnya kalian salah satunya!
Tetapi kalian suam-suam kuku; panas tidak, dingin pun tidak.
Itu sebabnya kalian akan Kumuntahkan keluar dari dalam mulut-Ku.

Kalian berkata,
'Kami kaya dan serba cukup; kami tidak kekurangan apa-apa.'
Tetapi kalian tidak tahu betapa melarat dan betapa menyedihkan keadaanmu!
Kalian miskin, telanjang, dan buta.

Sebab itu Aku menasihati kalian supaya membeli daripada-Ku emas,
yaitu emas yang murni, supaya kalian menjadi kaya.
Belilah juga pakaian putih daripada-Ku
supaya kalian berpakaian dan menutupi keadaan kalian yang telanjang dan memalukan.
Dan belilah pula obat untuk dioles di matamu supaya kalian dapat melihat.

Orang-orang yang Kukasihi, merekalah yang Kutegur dan Kucambuk.
Karena itu hendaklah kalian bersemangat, dan bertobatlah dari dosa-dosamu.
Lihat! Aku berdiri di depan pintu dan mengetuk.
Kalau ada orang yang mendengar suara-Ku, dan membuka pintu,
Aku akan masuk menemui dia;
Aku akan makan bersama-sama dia dan ia makan bersama-sama Aku.

Mereka yang menang, akan Kuizinkan duduk di takhta-Ku bersama-Ku,
sama seperti Aku sendiri pun sudah menang
dan sekarang duduk bersama Bapa-Ku di takhta-Nya.
Barangsiapa dapat mendengar,
hendaklah memperhatikan apa yang dikatakan oleh Roh Allah kepada jemaat-jemaat!"

-Wahyu 3:14-22 BIS

Kepada Jemaat di Filadelfia


"Kepada malaikat jemaat di Filadelfia, tulislah begini:
Inilah pesan dari Dia yang suci dan sejati.
Dialah pemegang kunci yang dimiliki Daud;
kalau Ia membuka, tidak seorang pun dapat menutupnya,
dan kalau Ia menutup, tidak seorang pun dapat membukanya.

Aku tahu apa yang kalian lakukan.
Aku tahu bahwa kalian tidak seberapa kuat;
kalian sudah menuruti ajaran-Ku dan setia kepada-Ku.
Bagi kalian sudah Kubukakan sebuah pintu,
yang tidak dapat ditutup oleh siapa pun juga.

Ingatlah ini: Orang-orang yang menjadi umat Iblis itu,
pembohong-pembohong yang mengaku dirinya Yahudi padahal bukan,
akan Kubuat sehingga mereka datang bersujud di depanmu.
Dan mereka akan tahu bahwa Aku mengasihimu.
Oleh sebab kalian sudah menuruti perintah-Ku supaya bertekun,
Aku pun akan melindungimu dari masa kesusahan
yang akan menimpa seluruh dunia.
Hal itu akan terjadi untuk mencobai semua orang di bumi.

Aku segera datang!
Jagalah baik-baik apa yang kalian miliki,
supaya tidak seorang pun merenggut hadiah kemenanganmu.
Orang yang menang, akan Kujadikan sebagai tiang dalam Rumah Suci Allah-Ku,
dan ia akan tinggal di tempat itu selama-lamanya.
Nama Allah-Ku, dan nama kota Allah-Ku
yaitu Yerusalem baru yang akan turun dari surga, dari Allah-Ku
akan Kutulis pada diri orang itu.
Juga nama-Ku yang baru akan Kutulis pada dirinya.

Barangsiapa dapat mendengar,
hendaklah memperhatikan apa yang dikatakan
oleh Roh Allah kepada jemaat-jemaat!"

-Wahyu 3:7-13 BIS