07 Mei, 2020

Tuaian Di Bumi


Kemudian saya melihat, maka nampak suatu awan yang putih.
Di atas awan itu duduk seorang yang kelihatannya seperti manusia.
Di kepala-Nya ada sebuah mahkota emas,
dan di tangan-Nya ada sebuah sabit yang tajam.
Kemudian seorang malaikat lain keluar dari Rumah Allah.
Dengan suara yang keras, ia berseru kepada Dia yang duduk di atas awan itu,
"Ayunkanlah sabit-Mu itu dan tuailah sekarang,
sebab sudah waktunya untuk panen; bumi sudah matang untuk dituai!"

Lalu Dia yang duduk di atas awan itu mengayunkan sabit-Nya ke bumi,
maka bumi pun dituai.
Kemudian saya melihat seorang malaikat yang lain lagi keluar dari Rumah Allah di surga.
Ia pun memegang sebuah sabit yang tajam.
Setelah itu, seorang malaikat lain, yang berkuasa atas api, datang dari mezbah.
Dengan suara yang kuat ia berseru kepada malaikat yang memegang sabit yang tajam itu,
"Ayunkanlah sabitmu itu dan keratlah buah-buah pohon anggur di bumi,
karena buah-buahnya sudah matang!"

Maka malaikat itu mengayunkan sabitnya ke bumi
dan menyabit buah-buah anggur dari batangnya,
lalu melemparkannya ke dalam alat pemeras anggur amarah Allah yang meluap-luap.
Buah-buah anggur itu diperas di luar kota,
dan dari alat pemeras anggur itu mengalirlah darah seperti sungai,
sejauh tiga ratus kilometer, dan sedalam hampir dua meter.

Wahyu 14:14-20 BIS

Pemberithuan Tentang Penghakiman


Lalu saya melihat seorang malaikat lain yang terbang tinggi di langit.
Malaikat itu membawa berita tentang Kabar Baik
yang abadi untuk disampaikan kepada manusia di bumi
yaitu kepada semua bangsa, suku, bahasa dan negara.
Malaikat itu berseru dengan suara yang keras,
"Takutlah kepada Allah, dan pujilah kebesaran-Nya!
Sebab sudah waktunya Allah menghakimi manusia.
Sembahlah Dia yang menjadikan langit, bumi, laut dan semua mata air!"

Malaikat kedua menyusul malaikat yang pertama sambil berseru,
"Sudah jatuh! Kota Babel yang besar sudah jatuh!
Ia sudah membuat segala bangsa menjadi mabuk dengan air anggur
yaitu anggur dari nafsu cabulnya!"

Seorang malaikat ketiga menyusul dua malaikat itu,
sambil berseru dengan suara yang keras,
"Orang yang memuja binatang itu dengan patungnya,
dan mempunyai tanda binatang itu pada dahi atau tangannya,
orang itu akan minum anggur Allah,
yaitu anggur amarah-Nya yang sudah dituang-Nya ke dalam wadahnya,
tanpa dikurangi sedikit pun!
Semua orang itu akan disiksa di dalam api dan belerang
di hadapan malaikat-malaikat suci dan di hadapan Anak Domba itu.
Asap dari api yang menyiksa orang-orang itu
akan mengepul terus-menerus untuk selama-lamanya.
Siang malam tidak ada henti-hentinya mereka tersiksa,
yaitu mereka yang menyembah binatang itu dan patungnya,
semua orang yang mempunyai tanda nama binatang itu."

Dalam hal ini umat Allah yang taat kepada perintah-perintah Allah
dan setia kepada Yesus, perlu menjadi tabah.
Lalu saya mendengar suara dari surga berkata,
"Tulislah ini: Mulai sekarang,
berbahagialah orang-orang yang mati selagi melayani Tuhan!"
"Benar!" jawab Roh Allah.
"Mereka akan berhenti bekerja keras,
karena hasil pelayanan mereka selalu akan menyertai mereka."

Wahyu 14:6-13 BIS

Anak Domba Dan Pengikut-Nya Yang Ditebus-Nya


Kemudian saya melihat, lalu nampak Anak Domba itu berdiri di atas Bukit Sion.
Bersama Dia ada 144.000 orang
yang pada dahi masing-masing tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya.
Lalu saya mendengar suara dari langit menderu
seperti bunyi air terjun yang besar dan seperti gemuruh guntur yang hebat.
Suara itu terdengar seperti suara music
dari pemain-pemain kecapi yang sedang memainkan kecapinya.

Di depan takhta dan keempat makhluk serta para pemimpin di sekeliling takhta itu,
144.000 orang itu menyanyikan suatu nyanyian yang baru.
Nyanyian itu tidak dapat dipelajari oleh seorang pun
selain oleh 144.000 orang itu yang sudah dibebaskan dari bumi.

Mereka itu orang-orang yang tetap murni seperti perawan,
karena tidak mengadakan hubungan dengan wanita.
Mereka mengikuti Anak Domba itu ke mana saja ia pergi.
Dari antara seluruh umat manusia,
merekalah yang sudah dibebaskan sebagai
persembahan pertama kepada Allah dan kepada Anak Domba.
Tidak pernah mereka berdusta;
dan tidak ada cela sedikit pun pada mereka.

Wahyu 14:1-5 BIS

Binatang Yang Keluar Dari Dalam Bumi


Lalu saya melihat seekor binatang lain muncul dari dalam bumi.
Ia mempunyai dua tanduk seperti tanduk anak domba.
Suaranya seperti suara naga.
Di depan binatang yang pertama itu ia memakai kekuasaan yang besar
yang diperolehnya dari binatang itu juga.
Seluruh bumi dan semua yang tinggal di atasnya,
dipaksanya menyembah binatang yang pertama itu,
yang luka parahnya sudah sembuh.

Binatang yang kedua itu mengadakan keajaiban-keajaiban yang besar.
Di depan semua orang ia membuat api turun dari langit ke bumi.
Dan semua orang yang hidup di bumi ditipunya dengan keajaiban-keajaiban
yang boleh dibuatnya di depan binatang yang pertama itu.
Dan mereka semuanya disuruhnya mendirikan sebuah patung
dari binatang yang sudah dilukai oleh pedang, tetapi tetap hidup.

Binatang yang kedua itu dibolehkan memberi nyawa kepada patung itu,
sehingga patung itu dapat berbicara
dan membunuh semua orang yang tidak mau menyembahnya.
Semua orang, besar dan kecil, kaya dan miskin, hamba dan orang bebas,
dipaksa oleh binatang itu untuk menerima tanda
pada tangan kanan mereka atau pada dahi mereka.

Tidak seorang pun dapat membeli atau menjual sesuatu,
kalau ia tidak mempunyai tanda itu,
yaitu nama binatang itu sendiri,
atau angka yang menyatakan nama itu.
Di sini perlu ada hikmat.
Orang yang bijaksana dapat menghitung arti dari angka binatang itu,
sebab angka itu adalah nama seorang manusia. Angkanya ialah 666.

Wahyu 13:11-18 BIS

Binatang Yang Keluar Dari Dalam Laut


Lalu naga itu berdiri di pantai.
Kemudian saya melihat seekor binatang muncul dari dalam laut.
Ia mempunyai sepuluh tanduk dan tujuh kepala.
Pada setiap tanduknya ada sebuah mahkota,
dan di setiap kepalanya tertulis sebuah nama penghinaan terhadap Allah.

Binatang yang saya lihat itu rupanya seperti macan tutul,
dan kakinya seperti kaki beruang, dan moncongnya seperti moncong singa.
Lalu binatang itu diberi oleh naga itu kekuatannya sendiri,
dan takhtanya, dan kekuasaannya yang besar.

Satu di antara ketujuh kepala dari binatang itu nampaknya seperti luka parah sekali,
tetapi luka itu sudah sembuh.
Seluruh bumi mengikuti binatang itu dengan perasaan takjub.
Dan mereka memuja naga itu
sebab ia telah memberikan kekuasaannya kepada binatang itu.
Dan mereka memuja binatang itu juga.
Mereka berkata, "Tidak ada yang sama dengan binatang ini!
Tidak ada yang dapat berperang melawan dia!"

Binatang itu diperkenankan mengucapkan
hal-hal yang sangat angkuh dan menghina Allah.
Ia dibolehkan memerintah empat puluh dua bulan lamanya.
Lalu ia mulai menghina Allah, dan nama Allah.
Begitu pula tempat kediaman Allah,
dan semua yang tinggal di surga pun dihinanya.

Ia dibolehkan juga melawan umat Allah serta mengalahkan mereka.
Dan kekuasaan atas semua suku, negara, bahasa, dan bangsa diberikan kepadanya.
Binatang itu akan disembah oleh semua orang yang hidup di atas bumi,
kecuali orang-orang yang namanya sudah terdaftar sebelum dunia diciptakan,
di dalam buku orang hidup milik Anak Domba yang sudah disembelih.

Sebab itu, kalau kalian sanggup mendengar, dengarlah berita ini:
"Orang yang harus ditawan, pasti akan ditawan.
Dan orang yang harus dibunuh dengan pedang,
pasti akan dibunuh dengan pedang.
Itulah sebabnya umat Allah harus tabah dan setia."

Wahyu 13:1-10 BIS