18 Mei, 2011

10 Ciri Kepemimpinan yang Melayani

1. Tidak memandang diri sebagai perantara berkat atau kutukan Allah terhadap orang-orang yang dipimpinnya. Selalu mengingatkan bahwa Allah di atas segala sesuatu, dirinya hanyalah hamba.

2. Memimpin dengan melakukan. Ada kesesuaian antara perkataan dan perbuatan. Jujur.

3. Membuka diri terhadap masukan, usulan, dan kritikan. Tidak merasa diri paling benar dan paling dekat dengan Allah. Rendah hati.

4. Tidak takut tersaingi baik oleh orang-orang yang dipimpinnya maupun oleh rekan pemimpin lainnya. Rasa amannya hanya ada pada penerimaan Yesus atas dirinya. Menyiapkan pengganti sedini mungkin dan tidak merasa khawatir jika calon penggantinya lebih disukai daripada dirinya.

5. Mencari dan mengembangkan potensi terbaik yang dimiliki oleh orang-orang yang dipimpinnya. Lebih memperhatikan minat orang-orang yang dipimpinnya daripada minatnya sendiri.

6. Memaafkan dengan segera ketika orang yang dipimpin berbuat kesalahan. Berani mengakui kesalahan dan meminta maaf. Bahkan berani bertanggung jawab atas kesalahan yang dibuat oleh tim yang dipimpinnya.

7. Tidak mementingkan diri sendiri. Mengutamakan kepentingan dan kesejahteraan orang-orang yang dipimpinnya.

8. Bukan pemarah. Tidak marah ketika tidak dihargai. Marah hanya ketika ada dosa dan ketidakadilan yang dilakukan oleh orang-orang yang dipimpinnya terutama yang dilakukan terhadap Allah dan orang lain. Membahas kesalahan orang yang dipimpin tanpa keinginan untuk mempermalukan dan merendahkan, tetapi untuk tujuan perbaikan; tanpa perasaan lebih benar; dan tanpa perasaan berhak untuk memarahinya karena dia adalah pemimpin.

9. Tidak menuntut dihormati. Tidak menuntut balasan atas segala ‘kebaikan’ yang diperbuatnya kepada orang yang dipimpinnya. Tidak menuntut hak-haknya.

10. Tidak menuntut ketaatan mutlak terhadap dirinya dengan dalih apapun.

Tidak ada komentar: